Foto : Pelaksanaan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. (chicilia)
Foto : Pelaksanaan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. (chicilia)

Belajar Memahami Melalui Bimtek

Reporter : chicilia risca

JOMBANG, MSP – Menindaklanjuti Undang – Undang Pasal 3 nomor 20, tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Mampu mengembangkan potensi peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Ketua Pengawas TK/SD, Drs. Markum, M.Si. menuturkan, “Peraturan kurikulum diubah hampir secara total (kurikulum 2006 ke 2013) dibutuhkan (pendidik) bersifat wajib, tetapi tidak diimbangi dengan fasilitas. Maka kami memberikan bantuan dan fasilitas dengan cara Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013.”

Hal tersebut bukan proyek melainkan kewajiban pendidik terhadap perubahan kurikulum agar memahami secara teliti dan fokus. Sehingga diperlukan pendidik dan kepala sekolah yang berkompeten, menguasai dibidang tugasnya, khususnya dipembelajaran. Pendidik merupakan ujung tombak pelaksanaan proses pendidikan dalam menciptakan insan yang cerdas, komprehensif dan bedaya saing tinggi.  Karena itu pengetahuan pendidik harus selalu ditingkatkan melalui pelatihan – pelatihan dan sejenisnya.

“Jika pendidik hanya dengar saja atau mungkin tidak pernah mengetahui akan menimbulkan kebingungan. Maka melalui penjelasan ini minimal 80 persen terserap sehingga dipahamkan kembali dengan bimbingan kedinasan,” jelas bapak berusia 56 tahun itu.

Tahun pelajaran 2014/2015 di Kabupaten Jombang telah ditetapkan 17 Sekolah Dasar (SD) sasaran kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap. Berlanjut pada 2016/2017 dikembangkan di 199 sekolah dengan sasaran kelas satu dan empat. Dengan dana proyek dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Selanjutnya para pendidik kelas yang berwenang dalam lembaga – lembaga tersebut telah dilatih baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Kemudian akan masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan menerapkan kurikulum 2013.

“Dana dari LPMP yang berbasis proyek dengan diikuti dana pendampingan, oleh karenanya Pengawas setempat harus mendampingi sebagai konsultan internal. Namun saat ini tidak ada dana pendampingan, tetapi secara kedinasan sebagai pengawas tetap mendampingi dan mengawasi namun tidak menulis laporan,” ungkap laki – laki saat ini memiliki tiga putra tersebut.

Melalui usaha yang terdahulu menyisakan permasalahan kemudian segera ditindaklanjuti. Permasalahan tersebut diantaranya perubahan paradikma baru terkait dengan kurikulum 2013, perbaikan atau penyempurnaan pada komponen – komponennya. Kegiatan pelatihan pendidik kelas dua dan lima tidak teranggarkan pada tahun 2016/2017. Sesuai kebutuhan perlu mendapatkan pelatihan secara khusus sebagai konsekuensi lanjutan pelaksanaan kurikulum 2013. Terkendala belum turun fasilitas buku dari pemerintah sehingga diberikan dalam bentuk file atau buku elektronik.

“Pola yang diterapkan ialah pola kerja, pikir, perencanaan dan yang jelas dinamika kurikulum, pola karakter, literasi yang terorganisasi secara umum. Sedangkan yang saat ini adalah pada tupoksi guru difokuskan pada perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengolahan,” tutur bapak berkumis saat ditemui di ruang bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.

Perbedaan secara mendasar secara total menuju kurikulum 2013 ialah jika terdahulu adalah mata pelajaran maka sekarang menggunakan tematik. Pengukuhan SKKD tertata dan sekarang menggunakan KIKD tidak terkotak – kotak ilmunya. Kurikulum ditentukan melalui penelitian serta uji coba oleh orang yang ahli pada bidangnya. Jika saat ini pendidik dan kepala sekolah merasa belum mampu bagaimana menerapkan, berarti pendidik masih belum memahami.

“Yakinlah jika sesuatu yang baru akan lebih enak, ketika seseorang sudah mengatakan sulit maka belum menikmati proses perubahan. Dari hal terbiasa maka akan sulit menerima perubahan baru,” tegas dari perumpamaan bapak Markum.

Hal tersebut perlu ditindaklanjuti dengan segera, jika tidak akan berujung pada pelaksanaan kurikulum 2013 untuk kelas dua dan kelas lima tidak berjalan. Pembiayaan melalui dana mandiri Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara terorganisir. Ketentuan peserta berdasarkan sekolah  untuk kelas satu dan empat, tahun lalu mendapat pelatihan sehingga saat ini kelas dua dan lima.

Kemudian Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang melaksanakan pelatihan kurikulum 2013 dengan sasaran utama pendidik kelas dua dan lima yang ada di 17 lembaga sasaran yang telah dilatih pada tahun pelajaran 2014/2015 dan pada 199 sekolah sebagai tindak lanjut pelaksanaan kurikulum 2013 tahun pelajaran 2016/2017.

Strategi atau metode pelaksanaan yang digunakan ‘Pelatihan Penilaian Hasil Belajar’ adalah brainstorming, tanya jawab diskusi kelompok, pemberian tugas terstruktur dan presentasi. Brainstorming ialah teknik penyelesaian masalah secara kelompok dengan melibatkan sumbangan ide secara spontan dari semua anggota kelompok.

Dilaksanakan pada (21 s.d 24/8) berada di lima tempat terdiri dari SDN Kepanjen 2, Kecamatan Jombang, SDN Genukwatu 1, Ngoro, SDN Balongnesuk 1, Kecamatan Diwek, SDN Peterongan 1, Peterongan dan SDN Rejoagung, Ploso.

Selanjutnya akan ada pelatihan melainkan bukan bimtek tetapi Kelompok Kerja Guru (KKG), yang mengupas perubahan kelas satu dan empat terhadap sekolah yang sudah menerima bimtek di tahun sebelumnya. Tiyas

Check Also

Foto : Semangat Perwakilan Jombang untuk FLS2N SMP Provinsi 2017. (chicilia)

Jombang Siap FLS2N Nasional 2017

Reporter : chicilia risca JOMBANG, MSP – Mewakili Kabupaten Jombang dibidang Festival Lomba Seni Siswa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!