Breaking News
Foto : Umi Khofsoh mempratekkan cara membersihkan sepatu yang sudah mulai rusak. (aditya)
Foto : Umi Khofsoh mempratekkan cara membersihkan sepatu yang sudah mulai rusak. (aditya)

Bisnis Kekinian Dengan Omzet Menggiurkan

Reporter : aditya eko

MOJOWARNO, MSP – Mendengar bisnis laundry atau jasa cuci pakaian mungkin sudah biasa. Sebab, bisnis ini sudah marak ditemui di berbagai lokasi di Kabupaten Jombang atau di berbagai daerah lainnya. Namun, ada salah satu bisnis unik yang digeluti oleh Umi Khofsoh warga Dusun Gempol, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno ini. Dia bertekat membuka bisnis di bidang laundry sepatu atau pencucian sepatu.

“Awal ide ini muncul karena saya dahulu dipinjami tempat oleh teman untuk membuka laundry baju, tetapi sepi setiap harinya. Akhirnya saya mengunggah usaha saya ke sosial media dengan menyebutkan dapat mencuci tas dan sepatu,” kata Umi Khofsoh ketika ditemui di rumahnya.

Dari situ lah banyak yang menanggapi, tambah wanita usia 27 tahun itu, banyak teman-temannya yang bertanya apakah dia dapat membenahi sol dan warna sepatu? Dari banyaknya pertanyaan tersebut Umi Khofsoh mulai belajar mereparasi sepatu secara otodidak. Untuk mempelajari ilmu tentang mencuci sepatu, dia mencari informasi dan pengetahuan lengkap dalam hal perawatan sepatu mulai dari bertanya kepada orang lain dan internet.

“Sempat gagal juga waktu pertama mencoba, apalagi waktu itu yang saya reparasi adalah sepatu teman. Akhirnya saya ganti dengan harga sepatunya. Namun setelah percobaan berkali-kali dan mencoba teknik pengecatan berkali-kali saya menemukan teknik yang baik dan pas menurut saya,” kekeh wanita berkerudung tersebut.

Setelah dirasa mampu dan dapat mereparasi sepatu dengan baik, Umi Khosof bertekat mendirikan tempat cuci sepatu yang diberinama ‘Laundry Sepatu Langgananku’. Di lokasi itu, dia mulai menerima berbagai perawatan sepatu aneka bahan, mulai bahan kulit asli, kulit Suede, kulit bluedrue dan canvas.

“Dulu di Ruko The Eighteen, tetapi sekarang saya buka di rumah. Di sini saya menerima berbagai sepatu untuk dicuci, dirawat agar tetap kinclong. Sebab sayang kalau sepatu yang harganya mahal itu rusak karena cara mencucinya salah,” jelas dia.

Dari bisnisnya itu, dia mulai mencari pelanggan dengan cara promosi. Pelanggan awal yang dijadikan sasaran adalah teman-teman terdekatnya. Namun karena pelanggan banyak yang puas dengan pelayanannya, kemudian mereka menyebarkan ke teman lainnya. Saat ini sudah puluhan pelanggan lebih yang mempercayakan perawatan sepatunya kepada Umi Khofsoh. Mereka kebanyakan karyawan kantor yang padat kesibukan dan jarang punya waktu untuk membersihkan sepatu secara khusus.

Mengenai harga yang dipatok untuk setiap jasa cuci sepatu miliknya, wanita yang juga menjadi guru Bahasa Indonesia ini mengaku berbeda-beda. Namun biasanya, untuk jasa mencuci sepasang sepatu, dirinya menerapkan tarif mulai Rp 7.000 hingga Rp 70.000.

“Untuk cuci biasa Rp 7.000, cuci premiun atau dengan sabun khusus biasanya minimal Rp 10.000 tergantung dengan jenis sepatunya. Sedangkan untuk recolour sepatu dengan bahan kulit saya hargai Rp 50.000 sampai Rp 70.000, bahan bluedrue Rp 50.000 dan canvas Rp 35.000. Dengan pengerjaannya selama 2 hari,” paparnya.

Selain itu, usaha yang sudah ia geluti sejak dua tahun yang lalu ini juga menyediakan asuransi bagi para pelanggannya. Pasalnya sepatu-sepatu yang rusak pada waktu proses pembenahan akan diganti oleh Umi Khosof. Namun sebelum pengerjaannya mereparasi sepatu, ia selalu mengecek terlebih dahulu kondisi sepatu dan ditunjukkan kepada si pemilik.

“Saya siap memberikan asuransi jika dalam pengerjaan saya ada kerusakan pada sepatunya. Namun sebelum itu saya cek dulu, apakah sepatu ini sudah rusak ataukah sudah bolong-bolong,” katanya sambil tersenyum.

Umi Khosof mengaku omzet perbulannya mencapai satu setengah juta rupiah. Ke depan dirinya ingin terus mengembangkan usaha tersebut dan dapat membuka cabang di luar daerah. Selain tempat untuk cuci sepatu, dirinya ingin menjadikan lokasi itu sebagai tempat perbaikan sepatu-sepatu yang rusak. Tiyas

Check Also

Foto : Joice Adelien Manoppo menyerahkan buku tabungan anggota Bank Sampah Jombang. (rahmat)

Desainer Baju Anorganik

Reporter : chicilia risca JOMBANG, MSP – Kecintaan terhadap membaca, memberikan ruang kesempatan bagi seorang …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!