Cerpen

Awak Pantai dan Seorang Pujangga

Foto : Ilustrasi

Alfaridza Ainun Hapsari *) Duduk manis seorang pujangga tanpa nama di bawah pohon kelapa tepi pantai. Tak ada apapun dipikirkannya, sekalipun untuk melamun. Matanya kosong melihat puluhan camar di tengah laut yang bersiap mematuk ikan. Tangannya erat menggenggam ranting kering yang beberapa hari lalu digunakannya untuk menulis simbol-simbol yang hancur terusap gelombang pasang pada bibir pantai. Simbol-simbol yang membuatnya mematung …

Read More »

Yang Telah Lenyap

Chatarina Felicitas*) Salju turun dengan ganasnya, angin mendadak jadi sangat dingin sehingga rasanya seperti menusuk-nusuk tulang, langit terlihat lebih gelap di banding malam-malam biasanya. Kau mengenakan sweater hitam yang kau dapat dari kakak iparmu sebagai hadiah kepulanganmu. Jeans Ralph Lauren dan mantel putih H&M diskon 60% yang baru kau beli di Myeongdong dengan menggunakan uang yang dikirim kakakmu. Hanya syal …

Read More »

Hujan Bermelodi di Bulan Desember

Aiku Hana*) Pagi ini dengan ditemani angin sejuk dipagi hari, embun yang menempel di dedaunan dan bunyi burung-burung kecil yang menyambut indahnya pagi, aku mulai melakukan pemanasan, berlari mengelilingi gedung olahraga yang akan dijadikan sebagai tempatku berkompetisi. Ditemani dengan pelatihku aku berlari mengelilingi gedung selama kurang lebih lima kali. Saat ini aku bisa mencium aroma hujan tadi malam yang masih …

Read More »

Malaikat Memang Jahat

Foto : Ilustrasi

Karya: Indah Fatawiyah*) Aku tertawa sendiri dijalan dari pemakaman.Siapa bilang Malaikat selalu baik ? justru malaikatlah yang selama ini bergerak memeras hak-hak kita tanpa kesadarannya. Dan aku adalah Malaikat yang membunuh kawanku perlahan-lahan dengan menambahinya kemiskinan, memakan dan membeli segala barang yang sebagian uangnya adalah hasil kerja tanpa tahu upahnya kuraup juga. Mengenang flashback yang dimulai saat aku beberapa pekan …

Read More »

Bukan Sandiwara

Surya Indah Pradina*) Cobalah melihat lebih dekat Kemudian kau akan tau yang sebenarnya Apakah hidup adalah panggung sandiwara? Itu adalah salah besar. Hidup adalah kenyataan, dan sandiwara hanya sebagai rintangan Maka jangan bersandiwara di hidupmu, tetapi nyatalah di hidupmu… “Gorengan! Gorengan! Gorengannya masih hangat!” Aku berjalan mengelilingi kampung sambil berteriak menjajahkan gorengan yang aku bawa. Masih hangat karena budhe baru …

Read More »

Follow Your Intuition

Devi Nila Sari*) Dahlia masih mematung di depan sebuah papan pengumuman yang tertempel rapi di depannya. Meskipun pengumuman sudah di ketahuinya sejak 10 menit yang lalu namun kakinya enggan untuk meninggalkan tempatnya berdiri sekarang. Perasaannya masih saja gloomy seperti sebelum dia berdiri disini. Malah mungkin semakin gloomy dengan pengumuman yang baru saja dilihatnya ini. Dia ingat betul bagaimana dia mengacuhkan …

Read More »

Kutunggu Masa Depanku di Perempatan Keempat

Oleh: Indana Zulfa*) Jangan Lupa Julian, sore nanti tunggu aku di pos ronda sebelah pohon mangga. Kita sudah membuat janji untuk menghabiskan waktu di perempatan ke empat. Vironica teman sebaya kita yang mengetahui pertemuan ini akan senantiasa melancarkan dan mendukung kita. kamu jangan takut, semuanya akan baik-baik saja. Julian, Sudah sepekan aku membayangkanmu di perempatan ke empat, di bawah pos …

Read More »

Pasti Ada Jalan

Oleh: Indana Zulfa*) Tak bosan-bosannya pagi buta membangunkanku, diiringi suara adzan menggema di setiap jengkal bumi. Aku berjalan gontai dengan mata setengah tertutup menuju perapian. Iya…hanya api ini yang senantiasa menghangatkanku dari sejuta beban yang aku pikul. Ku tengok di balik bilik kecil yang hampir roboh dengan berimpit-inpitan adik-adikku, Titin, Tarmo,Tono, dan yang bungsu Tika belum kelar melepas lelahnya. Didalam …

Read More »

Warisan yang Terlupakan

Hanny Bilqisth*) Tangan Sarah bergetar ketika mobil yang dikendarai ayahnya menelusuri desa tempat neneknya dan Mbok Jum tinggal.Belum lagi warga sekitar yang berbondong-bondong berjalan kaki searah dengan rumah nenek Sarah dan Mbok Jum.Keringat Sarah bercucuran meski AC mobil dinyalakan.Duduknya tidak tenang.Ia khawatir akan terjadi sesuatu pada dua orang yang sangat ia sayangi. Pertemuannya dengan Mbok Jum berawal dari 7 tahun …

Read More »

Pendekar Berwatak Jahat

Oleh: Cucuk Espe*) ….Bibi Hwa datang dengan langkah terbata-bata. Tubuhnya yang tambun nyaris menyenggol guci di dekat pintu. Sementara Ling Shao yang sedang duduk depan cermin terkejut. Tidak biasanya Bibi Hwa masuk kamar dengan muka ditekuk. Hingga akhirnya, dengan suara keras, Bibi Hwa berteriak, “Keluarkan sekarang juga keponakanku dari Perguruan Li Puang Dong!”….Begitulah penggalan cerita silat Asmaraman S Kho Ping …

Read More »
error: Content is protected !!