Breaking News
Foto : Goa Sriti. (aditya)
Foto : Goa Sriti. (aditya)

Eksotisme Goa Sriti di Wonosalam

Reporter : fitrotul aini.

WONOSALAM, MSP – Aloha… pembaca semua? Sudahkah Anda memiliki rencana berlibur di bulan ini? Jika belum, mungkin perjalanan kami kali ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda.

Berbicara mengenai wisata, sepertinya Wonosalam masih menyimpan banyak sekali potensi lokasi wisata yang bisa dieksplorasi dan dikembangkan. Bahkan dalam beberapa edisi sebelumnya, kami secara beruntun mengeksplorasi wisata-wisata yang ada di Wonosalam. Setelah Air Terjun Selo Lapis, Air Terjun Sanggar, dan Air Terjun Pengayom, kali ini perjalanan menelusuri wisata Wonosalam kami arahkan pada sebuah gua.

Gua Sriti adalah gua yang kali ini kami kunjungi. Terletak di Dusun Sidolegi, Desa Sumberjo, Wonosalam gua ini baru dibuka untuk umum mulai setelah Hari Raya Idul Fitri atau sekitar bulan Juli yang lalu. Sebelumnya, menurut penuturan pengelola sekaligus pemandu wisata Gua Sriti, Dadang, gua ini digunakan oleh pemeluk Hindu-Budha dan kepercayaan untuk semedi atau melakukan ritual keagamaan lain.

“Karena sekarang sudah dibuka untuk umum juga, yang datang untuk semedi atau melakukan ritual biasanya di hari-hari besar keagamaan saja,” jelas Dadang.

Tidak terlalu sulit untuk menemukan lokasi Gua Sriti. Gua yang dinamai dari nama burung yang banyak ditemukan di dalam gua ini kira-kira berjarak 1,5 kilometer dari Gua Sigolo-golo. Dari tepi jalan raya, anda akan melihat banner besar yang menunjukkan lokasi Gua Sriti.

Untuk menuju ke lokasi Gua Sriti yang sebenarnya, dari pos 1 (sebutan untuk lokasi parkir dan area bermain) anda harus berjalan lagi sekitar 20-30 menit ke arah bawah. Melewati hutan dan menyusuri tebing yang curam, berbatu, licin, dan sesekali berpasir membuat anda harus ekstra hati-hati ketika berjalan. Beberapa kali dari kami hampir sempat terpereset karena licinnya tanah. Di beberapa titik, pengelola sudah memberikan kayu yang dapat digunakan sebagai pegangan agar pengunjung tidak terpeleset ketika berjalan, namun tetap saja anda harus tetap ekstra hati-hati ketika berkunjung kesana.

Tidak jauh dari Gua Sriti, atau sekitar 200 meter sebelum mencapai Goa Sriti, anda juga akan menemui sebuah gua. Menurut Dadang, gua itu bernama Gua Harimau karena konon katanya gua tersebut dijadikan rumah harimau. Namun ketika lokasi tersebut ditemukan, dua harimau yang bermukim di gua tersebut, langsung ditembak mati oleh warga.

Kehangatan Mistis

Ketika sudah sampai di Gua Sriti, sensasi pertama yang tertangkap adalah sensasi yang menenangkan dan sedikit mistis. Karena seperti yang sudah dijelaskan oleh pengelola dimana gua ini dulu bahkan hingga sekarang masih sering digunakan oleh umat Hindu-Budha dan kepercayaan lain untuk melakukan ritual atau semedi, maka ketika kami sampai di lokasi kemudian memasuki gua sedalam seratus meter ini kami melihat dan menemukan bekas dupa yang usai digunakan. Sehingga sangat disarankan untuk berhati-hati jika berkunjung kesana. Anda harus tetap menjaga dan menghormati properti ibadah umat agama atau kepercayaan lain.

Terlepas dari itu semua, anda masih tetap bisa menikmati eksotisme tanah bebatuan yang menghitam membentuk dinding gua. Kesejukan udara dan indahnya pemandangan yang terhampar dari bibir gua juga bisa menjadi pelepas lelah setelah perjalanan yang cukup berat. Hamparan pemandangan hijau yang tersaji sejauh mata memandang sangat menyegarkan mata. Ditambah dengan tetesan air dari sumber mata air yang merembes ke langit gua serta ke sela-sela dinding dapat dimanfaatkan untuk membasuh muka setelah lelah menyusuri jalanan terjal menuju gua. Namun sayang, saat kami kesana kami tidak menemui cuitan burung sriti yang namanya dijadikan nama gua. Burung Sriti baru akan muncul untuk kembali ke dalam gua ketika hari petang.

Tidak perlu khawatir kelaparan atau kehausan usai mengeksplorasi Gua Sriti dengan track perjalanannya yang cukup menantang, anda dapat berisitrahat dan mengisi perut di warung-warung yang tersedia sekitar lokasi wisata Gua Sriti. Pada kesempatan kami berkunjung kesana, kami memuaskan lapar dan dahaga dengan sepiring rujak lontong serta segelas es teh. Sederhana namun dapat menuntaskan rasa lapar dan dahaga kami.

Selain sudah tersedianya warung-warung yang menyediakan makanan, cemilan, dan minuman, di area wisata Gua Sriti juga terdapat tempat bermain dan bersantai di atas hammock, atau spot-spot yang dapat digunakan untuk berswafoto yang dapat anda manfaatkan. Bahkan jika anda menginginkan piknik atau kegiatan berkemah, pengelola juga sudah menyediakan lokasinya.

Meskipun bisa dibilang wisata Gua Sriti ini adalah lokasi wisata baru, namun pengelola Goa Sriti yang berasal dari Karang Taruna Desa Sumberjo sudah menyiapkan sarana yang cukup memadai. Jadi, apakah anda tertarik untuk berkunjung ke Gua Sriti ini? Tiyas

Check Also

Spot Selfie, Pacu Adrenalin

Reporter : aditya eko MOJOAGUNG, MSP – Potensi tempat wisata di Kabupaten Jombang memang tidak …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!