Breaking News
Foto : Pelaksanaan imunisasi campak dan rubella di UKS oleh Hj.Tjaturina Yuliastuti Wihandoko didampingi perawat Puskesmas Pulorejo. (fitri)
Foto : Pelaksanaan imunisasi campak dan rubella di UKS oleh Hj.Tjaturina Yuliastuti Wihandoko didampingi perawat Puskesmas Pulorejo. (fitri)

Gelar Imunisasi Campak dan Rubella

Reporter : chicilia risca

NGORO, MSP – Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menghilangkan penularan dan populasi virus campak dan rubella di tahun 2020. Melalui imunisasi rutin tidak akan cukup untuk menghilangkan. Sehingga perlu adanya gerakan nyata kegiatan vaksinasi tambahan berskala nasional.

Penyakit campak dan rubella atau CRS (Congenital Rubella Syndrome)  adalah suatu infeksi menular melalui nafas yang disebabkan oleh virus.  Walaupun campak dan rubella tidak terlalu berbeda,  namun keduanya mudah menular dan virus dapat menyebar melalui bersin atau batuk melalui udara.

Kabupaten Jombang mengawali dengan mengadakan upacara pembukaan pelaksanaan campak dan rubella di SMP Negeri 2 Ngoro.  Dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Jombang, Hj.Tjaturina Yuliastuti Wihandoko beserta Dinas Kesehatan,  Struktural Muspika Desa Pulorejo serta Perawat dari Puskesmas Pulorejo.

“Diharapkan  secara keseluruhan peserta didik mengikuti dan melaksanakan imunisasi MR demi generasi yang pintar, dengan penuh semangat belajar,  tentu selalu sehat melalui pencegahan sejak awal, ” ungkap bunda murah senyum saat sambutan dalam upacara pembuka.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut,  tahun 2017 menjadi awal perubahan ‘mencegah dari pada mengobati’.  Pemerintah akan mulai kampanye vaksin – vaksin baru serta bertindak secara langsung dengan menjemput bola.

Diantaranya vaksin MR (Mas les Rubella), yang dilaksanakan di Pulau Jawa pada bulan Agustus dan September 2017. Pada bulan Agustus imunisasi MR diberikan untuk Anak Usia Sekolah tujuh tahun s.d kurang dari 15 tahun (SD/MI/ Sederajat,  SMP/MTS/ Sederajat).  Jika terdapat usia 15 tahun bersekolah di SMA / Sederajat harus juga diberikan imunisasi MR. Sedangkan  bulan September diberikan  untuk Bayi usia sembilan bulan s.d anak usia kurang dari tujuh tahun dengan pelaksanaan di Posyandu, Puskesmas, dan Sarana Pelayanan Kesehatan lainnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang,  dr.  Wahyu Sriharini mengungkapkan,  “Kami berupaya dan sangat menyambut positif pencegahan dengan imunisasi ini. Bersama bunda Tjaturina kami menargetkan 100 persen mampu terealisasikan secara menyeluruh di Kabupaten Jombang.”

Namun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan di lapangan, seperti peserta didik yang takut hingga lari, tidak terdata atau tidak masuk sekolah pada hari tersebut.  Jika belum melaksanakan imunisasi campak dan rubella,  akan di data dan dilakukan imunisasi ulang secara terorganisasi oleh instansi terkait.  Sehingga masih gratis dalam pelayanannya sampai September. Karena peserta didik SMP perbatasan Pare Kediri ini berjumlah lebih kurang 850 secara keseluruhan. Banyak jumlah peserta didik ini tentunya beragam penerimaan  dalam sosialisasi.

Seperti harapan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ngoro,  Drs.  Nurkolis,  M.Pd.I menjelaskan,  “Sepenuhnya kami berusaha melakukan koordinasi serta sosialisasi secara rutin terhadap peserta didik kami khusunya,  bahwa penting sekali melaksanakan imunisasi vaksin campak dan rubella. Dalam pencegahan secara dini, demi masa depan tanpa beban mudah terkena virus.  Karena hanya beberapa detik merasakan sakit namun dampak positif seumur hidup. ” Tiyas

Check Also

Foto : Ketua MKKS, Karyono, S.Pd, M.Si. (fakhruddin)

Perpres PPK Redam 5 Hari Sekolah

Reporter : fakhruddin TEMBELANG, MSP – Menengok beberapa bulan lalu, dunia pendidikan dikejutkan oleh keputusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!