Detail jenis sajian Gemblong ala Bu Wagini dengan taburan kelapa parut dan gula jawa cair. (fitri)
Detail jenis sajian Gemblong ala Bu Wagini dengan taburan kelapa parut dan gula jawa cair. (fitri)

Gemblong Wagini, Wajib Cicipi

Reporter : chicilia risca

JOMBANG, MSP Sebagian masyarakat Indonesia menganggap singkong merupakan makan pokok. Selayaknya pelbagai suku yang hidup nomaden di pedalaman Indonesia Timur. Menjadikan singkong makanan sehari hari karena relatif banyak kandungan karbohidratnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan cukup banyak varian olahan yang terbuat dari bahan singkong. Salah satunya adalah kudapan gemblong. Sebuah jajanan tradisional dari berbahan dasar singkong di padu dengan tepung beras dan  ketan putih. Selanjutnya di uleni (Jawa: Diaduk) hingga merata dan kalis atau tidak lengket. Baru dibentuk sesuai kesukaan hati kemudian di goreng. Bila sudah dianggap dingin, gula merah di siram rata ke permukaannya.

Sementara di Jawa timur populer disebut dengan nama getas. Meskipun memiliki rasa yang sama, getas terbuat dari ketan hitam, sedangkan gemblong terbuat dari ketan putih.

Ibu Wagini sajikan Gemblong pada pembeli. (chicil)
Ibu Wagini sajikan Gemblong pada pembeli. (chicil)

Masyarakat di Pulau Jawa sudah sejak lama akrab dengan jenis panganan ini. Namun tidak diketahui secara jelas dari daerah mana kudapan gemblong ini berasal. Penamaan gemblong sendiri masih belum diketahui dari mana asal mulanya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gemblong sendiri ialah jenis makanan terbuat dari singkong.

Kreatifitas dan inovasi dari gemblong olahan tangan Mbah Wagini (60) selama 36 tahun yang lalu, murni terbuat dari ketela yang dikukus selama satu jam. Kemudian didinginkan secara alami lalu tumbuk sampai halus dan kenyal selama 30 menit. Proses memasaknya masih menggunakan kayu bakar sehingga terdapat aroma khas yang sedap dari panggang kayu terbakar. Pada sentuhan terakhir, adonan dipadatkan dengan getah kulit jambe selama lima menit. Kemudian siap untuk dipasarkan dengan memotong tipis pipih persegi panjang tanpa digoreng, kemudian diberi tambahan parutan kelapa muda, setelah itu diberikan tetesan gula jawa cair dituang secara merata pada semua bagian kue gemblong.

Menikmati gemblong dengan teksturnya yang kenyal mulut tidak kuasa menahan untuk terus menambah. Perpaduan rasa yang gurih dari parutan kelapa, dikombinasikan dengan gula aren, rasa manisnya sangat pas di lidah. Ditambah cara pengemasan masih tergolong ramah lingkungan, menggunakan daun pisang sehingga aroma sedap semakin memuncak. Satu porsi cukup merogoh kocek 4.000 rupiah jadi jangan khawatir membuat kantong keboobolan.

Selain itu juga menjual lontong pecel sayur lengkap ditambah potongan tempe dan tahu goreng dengan kerupuk pasir satu porsi seharga 6.000 rupiah. Lokasi jualan setiap sore pukul 16.00 WIB sampai 17.30 WIB berada di pertigaan Pandan Wangi, depan perlintasan kereta api. Setelahnya ia lanjut berkeliling dibeberapa perumahan dan desa sampai pukul 22.00 WIB.

Menurut dibeberapa sumber menyebutkan bahwa peningkatan konsumsi makanan nabati seperti ubi jalar mengurangi risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung dan kematian secara keseluruhan sementara mempromosikan kulit yang sehat, meningkatkan energi.

Singkong mengandung karbohidrat sangat tinggi, sekitar 34-38 gram per 100 gram. Kandungan energinya 146-157 kalori per 100 gram bahan. Namun, kadar protein dalam ketela tergolong rendah, sehingga harus diimbangi dengan pangan sumber protein saat mengonsumsinya. Silakan mencoba! Tiyas

Check Also

Kolak ketan durian khas wonosalam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner buah durian. (aditya)

Kudapan Rakyat Super Lezat

Reporter : aditya eko WONOSALAM – Halo pecinta kuliner di Jombang. Kali ini kami akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!