Breaking News
Foto : Irwan Prakoso saat menghadiri aksi bersepeda dan tanam pohon. (rahmat)
Foto : Irwan Prakoso saat menghadiri aksi bersepeda dan tanam pohon. (rahmat)

Gowes ke Kantor, Mengapa Tidak?

Reporter : fitrotul aini.

JOMBANG, MSP – Kebijakan yang digulirkan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang melarang kendaraan bermotor parkir di sekitaran kantor balai kota pada minggu keempat setiap bulannya kemudian disusul dengan himbauan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah kerjanya beralih bersepeda atau berjalan kaki menuju kantor mendapatkan sorotan berbagai kalangan. Kebijakan tersebut ia ambil atas kepeduliannya terhadap tingginya kematian akibat penyakit jantung.

“Di Jombang sendiri kegiatan semacam itu sudah dilaksanakan bahkan sejak sekitar tahun 2014. Setiap Jumat Bupati seringkali gowes dari pendopo ke kantor Pemkab. Atau bersama dengan beberapa anggota dewan dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) gowes keliling dari pendopo, ringin contong, baru ke kantor Pemkab,” ungkap Ketua Ikatan Sepeda Indonesia (ISI) H. Irwan Prakoso, S.H.

Hanya saja diakui oleh pria yang akrab disapa Irwan ini, kegiatan gowes ini kurang diketahui oleh masyarakat karena pelaksanaannya masih terbatas dalam lingkup SKPD. Meski begitu, di beberapa SKPD misalnya saja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah terdapat sekitar 20 orang pegawainya yang memilih bersepeda untuk transportasi ke kantor. Jika saja kegiatan gowes di Jombang ini dilaksanakan secara simultan, diyakini oleh pria 56 tahun itu akan semakin banyak warga Jombang yang juga akan turut bersepeda.

Keyakinan tersebut diyakini Irwan karena selain Bupati sebagai figur penting di Jombang sudah seringkali bersepeda bahkan saat di luar waktu yang sudah dijadwalkan (biasanya hari Sabtu dan Minggu), di Jombang juga terdapat lebih kurang tujuh klub sepeda dari berbagai genre yang rajin melakukan kampanye untuk bersepeda. Apalagi jika ditambah dengan pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai bagi para pengendara sepeda.

“Kami akan coba dorong agar pemerintah daerah untuk memenuhi fasilitasnya. Karena sebenarnya Jombang sudah memenuhi hak pengendara sepeda dengan memberikan jalur khusus sepeda (dan becak non motor) namun dalam penggunaannya tidak maksimal,” tutur Irwan.

Di sisi lain, pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jombang ini juga menyoroti banyaknya pelajar di bawah umur (khususnya di area Jombang kota) yang mengendarai kendaraan bermotor. Menurutnya, kejadian ini dapat diminimalisir dengan menindak tegas penitipan-penitipan sepeda motor yang berada di sekitar sekolah.

“Penitipan-penitipan sepeda motor tersebut dapat dikategorikan sebagai penitipan ilegal yang dapat ditertibkan dengan menggunakan dasar Peraturan Daerah (Perda) yang ada,” tutur Irwan.

Dengan adanya penertiban dan ancaman sanksi yang tegas, Irwan optimis angka penggunaan kendaraan bermotor oleh anak-anak di bawah umur akan berkurang. Kemudian disinilah kesempatan untuk menghimbau kepada anak-anak itu untuk beralih menggunakan transportasi lain seperti bersepeda.

Kendati demikian, Irwan sendiri sangat mengakui bahwa mengajak orang untuk beralih menggunakan sepeda sebagai moda transportasi sehari-hari bukanlah perkara mudah. Menurutnya, “Segala himbauan, ajakan, bahkan perintah yang diikuti dengan sanksi tetap tidak akan efektif jika tidak ada kesadaran dari dalam diri sendiri untuk mau bersepeda. Entah itu untuk kesehatan dirinya sendiri atau untuk turut serta dalam usaha mengurangi polusi udara.”

Namun Irwan tetap berharap, kedepannya Jombang dapat menjadi kota yang ramah pesepeda. Dengan semakin banyak orang yang tergerak dan sadar akan banyaknya manfaat yang bisa didapat dengan bersepeda. Tiyas

Check Also

Foto : Joice Adelien Manoppo menyerahkan buku tabungan anggota Bank Sampah Jombang. (rahmat)

Desainer Baju Anorganik

Reporter : chicilia risca JOMBANG, MSP – Kecintaan terhadap membaca, memberikan ruang kesempatan bagi seorang …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!