Breaking News
Foto : Dra. Susiana, M.Si,
Foto : Dra. Susiana, M.Si,

Guru dan Pengawas Berprestasi 2017 tingkat Kabupaten

Reporter : fitrotul aini.

JOMBANG, MSP – Menjadi yang terbaik dalam ajang Guru dan Pengawas Berprestasi 2017 tingkat Kabupaten, tidak membuat Dra. Susiana, M.Si cepat puas dan berbangga diri. Baginya keberhasilan itu adalah buah kerja keras, dukungan, serta kerja sama yang baik dari berbagai pihak. Mulai dari keluarga, rekan sejawat, hingga kepala dan staf sekolah binaan.

“Tanpa dukungan, kerja sama, komentar, juga masukan dari mereka semua saya mungkin tidak bisa mencapai hasil seperti ini,” ujar Susiana ketika ditemui di ruang pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.

Perempuan berkacamata ini lantas melanjutkan bahwa keberhasilan yang dicapainya dalam berkarier menjadi inspirasi tersendiri bagi putra-putrinya untuk menjadi orang sukses dan berprestasi. Ia menyebutkan bahwa ketiga anaknya tanpa banyak kata ternyata mengikuti jejaknya untuk menempuh pendidikan hingga jenjang magister.

“Hal ini sesuai dengan apa yang saya yakini, bahwa seorang ibu pada dasarnya adalah suri tauladan bagi anak-anaknya. Oleh karena itu saya sebisa mungkin untuk tanpa banyak kata namun banyak memberikan contoh kepada anak-anak saya agar mereka bisa melihat juga mencontoh apa yang saya lakukan,” urai perempuan yang akrab disapa Bu Sus ini.

Dari tempaannya itu putri pertama lulusan IKIP Surabaya ini sekarang menjadi seorang dosen di jurusan Fakultas Kesehatan Masyarakat di salah satu universitas negeri di Surabaya. Putra keduanya baru saja menyelesaikan pendidikan magister di jurusan Fisika pada institut negeri di Surabaya, dan putra ketiganya pada September ini akan berangkat ke Taiwan untuk menempuh pendidikan magister jurusan Teknik Geometri.

Di luar itu semua, Bu Sus ternyata memiliki sebuah hobi yang sayang tidak bisa lagi ia tekuni karena keterbatasan waktu serta ruang. Menari, adalah hobi yang terpaksa harus ia tinggalkan karena terbatasnya waktu dan kegiatan.

“Kalau saja ada event atau acara lomba menari antar pengawas seluruh Indonesia, mungkin saya akan dengan senang hati turut berpartisipasi,” canda Bu Sus sembari tertawa tergelak.

Padahal dari hobinya tersebut, perempuan 53 tahun ini pernah dapat mematahkan anggapan bahwa label sekolah internasional (yang pada tahun 2007an sedang digembar-gemborkan pemerintah) akan melupakan tradisi lokal Indonesia. Kala itu Bu Sus yang masih menjabat sebagai kepala sekolah, tidak segan untuk turun menjadi lakon dalam pertunjukkan tari yang diadakan sekolah. Bersama dengan seorang guru yang ditunjuk untuk mendampinginya dan kolaborasi dengan peserta didik yang bertugas sebagai pemain alat musik, Bu Sus menampilkan pertunjukan tari yang epik.

“Karena sekarang sudah tidak menari, hobinya dialihkan menjadi membaca saja. Membaca apapun, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kualitas dalam bidang Bimbingan Konseling (BK) yang merupakan dasar pendidikan saya atau yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sebagai pengawas. Intinya harus selalu mengupgrade ilmu dan kemampuan,” ujar Susiana. Tiyas

Check Also

Foto : Ketua MKKS, Karyono, S.Pd, M.Si. (fakhruddin)

Perpres PPK Redam 5 Hari Sekolah

Reporter : fakhruddin TEMBELANG, MSP – Menengok beberapa bulan lalu, dunia pendidikan dikejutkan oleh keputusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!