Foto : Ki Pitulas nama sapaan dari Tri Mangorso Subagio, pria berprofesi sebagai tukang tambal ban di Jalan KH. Hasyim Asy’ari ini memberikan gratis tambal ban kepada masyarakat selama bulan Agustus. (Fakhruddin)
Foto : Ki Pitulas nama sapaan dari Tri Mangorso Subagio, pria berprofesi sebagai tukang tambal ban di Jalan KH. Hasyim Asy’ari ini memberikan gratis tambal ban kepada masyarakat selama bulan Agustus. (Fakhruddin)

Hafal Proklamsi, Gratis Tambal Ban

Reporter : aditya eko

JOMBANG, MSP – Hari kemerdekaan merupakan momen bersejarah dan penting bagi suatu bangsa dan negara, termasuk juga bagi Indonesia. Pasalnya, kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang keras dari para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari para penjajah.

Wajar jika seluruh masyarakat Indonesia tidak pernah lupa akan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Banyak cara dilakukan oleh masyarakat untuk memperingati hari kemerdekaan, mulai dari upacara pengibaran bendera sang merah putih, peringatan proklamasi, karnaval budaya, hingga perlombaan tradisional khas 17-an.

Namun ada cara unik yang dilakukan Ki Pitulas nama sapaan dari Tri Mangorso Subagio. Dalam menyambut dan turut memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 72, pria yang berprofesi sebagai tukang tambal ban di Jalan KH. Hasyim Asy’ari ini memberikan gratis tambal ban kepada masyarakat selama bulan Agustus. Tambal ban diberikan secara gratis kepada mereka yang dapat melafalkan hafalan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan bagi masyarakat yang sedang berulang tahun di bulan ini.

“Bagi masyarakat yang dapat melafalkan hafalan Teks Proklamasi dengan baik dan benar akan mendapatkan gratis tambal ban. Ini berlaku bagi semua masyarakat, mulai dari pelajar sampai pekerja. Saya hanya memberi dua kali kesempatan, jika tidak bisa ya langsung bayar saja,” kekeh Ki Pitulas ketika ditemui di kediamannya (14/8).

Program yang dibuat Ki Pitulas ini merupakan bentuk keprihatinannya terhadap generasi muda yang sekarang sudah jarang mengenang jasa-jasa pahlawan. Selain itu, kebanyakan dari mereka juga banyak yang tidak hafal akan teks-teks kemerdekaan Indonesia. Hal ini ia temukan pada saat peringatan kemerdekaan pada tahun lalu, ketika bertanya kepada anak-anak peserta lomba sewaktu di desanya.

Pria yang berumur 62 tahun tersebut mengatakan, “Banyaknya anak-anak yang tidak hafal teks Proklamasi itu membuat saya merasa sedih dan prihatin. Siapa yang salah? Pendidikannya kah? Atau apa? Ketika saya bertanya tentang hafalan surat Al-Qur’an mereka hafal, tetapi tentang sejarah mereka tidak bisa.”

Dalam pendidikan juga harus seimbang, tambah ayah tiga anak itu, tidak hanya dari sisi agamanya saja namun pengetahuan akan sejarah bangsa juga harus mereka pelajari. Karena bangsa yang baik adalah bangsa yang mengingat jasa para pahlawannya.

Perjuangan para pahlawan untuk merebutkan kemerdekaan seharusnya tidak hanya diperingati setahun sekali dengan perayaan-perayaan tertentu. Perjuangan tersebut harus dimaknai dan dilanjutkan oleh generasi muda. Sudah menjadi kewajiban untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang sudah diraih dengan susah payah melalui perjuangan yang sudah mempertaruhkan jiwa dan raganya.

Ki Pitulas mengaku jika sampai hari ini (14/8), baru ada empat orang yang dapat gratis tambal ban. Salah satunya adalah pedagang ayam, namun dari pelajar masih belum ada. Ia berharap banyak pelajar yang dapat melafalkan hafalan teks Proklamasi ketika menambalkan bannya yang bocor.

“Sebenarnya ada lima orang yang dapat gratis tambal ban, namun yang satu tidak masuk kriteria yang saya programkan. Ceritanya ada salah satu rombongan keluarga yang sedang menambal, orang tuanya saya suruh menghafalkan teks Proklamasi ternyata tidak mampu. Tetapi ketika anak mereka yang baru duduk di kelas 1 SD dapat membacakan pancasila dengan lantang dan sempurna. Saya merasa bangga. Akhirnya saya gratiskan dan saya kasih uang saku juga untuk anaknya,” paparnya.

Meskipun program ini hanya pada bulan Agustus ini saja, namun pada bulan mendatang Ki Pitulas juga akan mengadakan program-program lain. Tambal ban yang buka pada pukul 05.00 sampai 09.00 dan 17.00 sampai 21.00 ini juga memberikan gratis tambal ban dan isi angin kepada peserta didik SD, SMP dan bagi ibu hamil.

“Sejak satu tahun lalu saya melakukan hal tersebut. Tetapi dengan syarat mereka harus turun dari kendaraan (sepeda) mereka dan membuka tutup ban sendiri. Jika tidak saya tidak akan mau membantu mereka,” kata pria pensiunan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) Kabupaten Mojokerto itu.

Dengan demikian, tambahnya, anak-anak akan lebih sopan terhadap orang lain. Selan itu mereka akan dapat lebih menghargai profesi orang lain dan tidak semuanya sendiri. Tidak menganggap remeh profesi orang-orang yang mungkin kerap dianggap rendah.  Tiyas

Check Also

Foto : Proses latihan Capaska Kabupaten Jombang. (fakhruddin)

Lebih Dekat dengan Pengibar Bendera Pusaka

Reporter : fakhruddin JOMBANG, MSP – Setiap upacara perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, mata kita …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!