Foto : Praktik peserta didik menggunakan teleskop. (ist)
Foto : Praktik peserta didik menggunakan teleskop. (ist)

Impak Jam Belajar Lima Hari Sekolah

Reporter : fakhruddin/fitrotul aini.

JOMBANG, MSP – Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tentang lima hari sekolah menuai berbagai komentar dari seluruh elemen masyarakat. Diperkirakan akan ada beberapa penyesuaian terkait dengan perubahan sistem ini. Perubahan yang akan sangat dirasakan adalah sistem dan waktu belajar peserta didik yang juga akan berdampak pada beban kerja guru.

Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Drs. Didik Pambudi Utomo menyebutkan, “Untuk guru asal dapat memenuhi minimal 37,5 jam per minggu tetap akan mendapatkan hak tunjangan profesinya.”

Konversi ini merujuk pada latar belakang ditetapkannya kebijakan lima hari sekolah dimana pemerintah ingin menyamakan waktu kerja guru dengan aparat sipil negara lainnya. Sebelumnya, beban kerja guru diukur berdasarkan jumlah mengajar dalam kelas yakni minimal 24 jam tatap muka. Sekarang, didasarkan pada waktu kerja sebanyak 37,5 jam per minggu dengan istirahat sekitar 40 jam per minggu.

Dilansir dari kompas.com pada Rabu (13/6) menyebutkan bahwa delapan jam yang dihitung sebagai proses belajar peserta didik itu sudah termasuk berbagai aktivitas tambahan yang dilakukan oleh peserta didik setelah kegiatan persekolahannya. Sehingga berbagai kegiatan extra kurikuler, baik yang dilakukan sekolah maupun di luar sekolah akan dihitung sebagai proses belajar yang dilaksanakan seorang peserta didik.

Guru diharapkan untuk memantau, mendampingi, dan mencatat perkembangan peserta didik pada proses kegiatan belajar yang dilakukan di luar sekolah dan memiliki catatan kegiatan tersebut yang dimasukkan sebagai suatu upaya pendidikan karakter. Pemantauan, pendampingan, serta pencatatan kegiatan belajar peserta didik di luar sekolah yang mungkin dimaksudkan menjadi bagian dari penambahan jam kerja yang dimaksudkan sebagai delapan jam per hari.

“Meskipun dari dulu masyarakat sudah tahu bahwa tugas guru tidak berhenti pada saat selesai mengajar, namun baru sekarang ini ‘tugas-tugas tambahannya’ itu benar-benar akan dihitung,” ujar Ketua Yayasan Cahaya Guru, Henny Supolo Sitepu (kompas.com Rabu (13/6))

Namun di tengah usaha Mendikbud untuk mematangkan aturan lima hari sekolah, tanggapan negatif juga berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat. Sebab wacana perihal tersebut datang secara tiba-tiba tanpa adanya suatu pemberitahuan terlebih dahulu sehingga mengagetkan beberapa instansi terkait.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Drs. H. Taufiq M.M. menambahkan, “Sebenarnya secara pribadi kurang setuju, akan tetapi jika sebagai pegawai kedinasan tetap profesional sesuai keputusan dari Menteri Agama pusat di Jakarta. Suka atau tidak jika menteri sudah memutuskan wacana tersebut diberlakukan, maka harus tetap dijalankan sesuai perintah.”

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah pada ayat 1 Pasal 9 disebutkan bahwa, “Dalam hal kesiapan sumber daya pada sekolah dan akses transportasi belum memadai, pelaksanaan ketentuan Hari Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dapat dilakukan secara bertahap“.

Jadi untuk saat ini untuk wacana menteri tersebut akan dilakukan bertahap, tidak semua sekolah melakukan kebijakan tersebut. Bergantung pada kesiapan sekolah dalam hal fasilitas serta sarana prasarana sekolah, sebab lamanya peserta didik berada di lingkungan sekolah memerlukan banyak persiapan dan fasilitas memadai. Lamanya bentang waktu tersebut akan terasa membosankan dan melelahkan bagi peserta didik jika sekolah tidak mampu menyiapkan persiapan secara maksimal.

“Selebihnya, diberlakukannya kebijakan tersebut akan berdampak pada keberlangsungan Tempat Pembelajaran Al-Qur’an (TPQ), lama-kelamaan TPQ di desa akan gulung tikar dan tergusur,” tambahnya.

Dimana peserta didik akan belajar di sekolah selama delapan jam sehingga pulang sore hari, setelah pulang pun kemungkinan untuk pergi belajar membaca Al-Qur’an akan semakin kecil. Karena sesampainya di rumah mereka akan merasa letih setelah sehari penuh beraktifitas di sekolah. Sementara itu pelajaran membaca Al-Qur’an di sekolah dirasa belum maksimal laiknya di TPQ ataupun tempat belajar Al-Qur’an lainnya. Selain tempat belajar Al-Qur’an tempat-tempat ibadah juga akan lebih sepi, lantaran keramaian dari anak-anak dalam mengunjungi tempat beribadah akan semakin berkurang.

Dari sejumlah data menunjukkan tujuh juta peserta didik lancar membaca Al-Qur’an karena mengikuti pembelajaran di TPQ dan lebih dari tujuh ribu TPQ tersebar di seluruh Kabupaten Jombang. Dapat dilihat seberapa besar kontribusi lembaga tersebut dalam mengajarkan keterampilan melantunkan ayat Al-Qur’an, dengan benar sesuai tajwid terhadap peserta didik.

Sesuai dari sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa manusia di dunia dianjurkan untuk meramaikan masjid, tidak lain untuk mempelajari atau mengamalkan kebaikan dan mendapatkan kedudukan seperti orang yang berjihad di jalan Allah. Sebaliknya jika putusan ini berjalan, tidak hanya peserta didik saja guru-guru pun sama. Karena semua perangkat sekolah akan menghasbiskan waktu sehari penuh di sekolah. Tidak menutup kemungkinan untuk masjid akan semakin sepi dikunjungi orang.

Memang semua regulasi pasti ada dampak positif negatifnya. Program lima hari sekolah memang menekankan terhadap hubungan keluarga, agar lebih intens. Namuna ada baiknya setiap kebijakan lebih dikaji lagi, supaya bisa diterima masyarakat dan instansi terkait. Alangkah baiknya jika kebijakan yang ada lebih diperbaiki serta ditingkatkan lagi dalam segala aspek keberhasilannya.

Pria berpeci asal Mojokrapak, Tembelang, Jombang ini berharap, “Jikalau program ini berjalan, akan lebih baik jika dikaji ulang dengan mengundang beberapa elemen terkait untuk bermusyawarah tentang hal ini. Terpenting adalah meningkatkan kualitas peserta didik sehingga memiliki akhlakul karimah dan keilmuan yang diharapkan.” Tiyas

Check Also

Foto : Semangat Perwakilan Jombang untuk FLS2N SMP Provinsi 2017. (chicilia)

Jombang Siap FLS2N Nasional 2017

Reporter : chicilia risca JOMBANG, MSP – Mewakili Kabupaten Jombang dibidang Festival Lomba Seni Siswa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!