Foto : Proses pengiriman barang di kantor Pos oleh donatur buku (chicilia)
Foto : Proses pengiriman barang di kantor Pos oleh donatur buku (chicilia)

Ke Kantor Pos Gratis Kirim Buku

Reporter : chicilia risca

JOMBANG, MSP – Menjawab atas solusi dari keluhan para aktivis literasi atas tingginya biaya pengiriman terutama ke wilayah pelosok dan daerah terluar Indonesia. Maka terdapat kebijakan pembebasan biaya pengiriman buku ke seluruh Indonesia yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.

Dimulai pada Sabtu (20/5), PT. Pos Indonesia melaksanakan program kirim buku bebas biaya ke seluruh penjuru tanah air. Selanjutnya pengiriman buku bebas biaya dilakukan hanya dalam satu hari tersebut tetapi dijadwalkan setiap tanggal 17 secara perdana pada bulan Juni. Agar lebih mudah mengingat tanggal dimana Indonesia merdeka.

Kepala Kantor PT. Pos Indonesia Kabupaten Jombang, Heri Budiyono mendeskripsikan, “Berawal dari para penggiat yang merasa bahwa harga pengiriman buku yang mahal, sedangkan mereka berniat untuk membantu taman bacaan yang membutuhkan di daerah terpencil bukan keperluan bisnis.”

Bentuk pelaksanaan setiap perusahaan BUMN ialah ‘BUMN Hadir Untuk Negeri’ sebab dituntut untuk memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat. Peran PT. Pos Indonesia melalui program layanan buku bebas biaya pengiriman, diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap buku. Serta kemudian turut mendukung pemerataan pendidikan melalui budaya literasi sampai ke pelosok nusantara.

“Terdapat syarat tertentu untuk proses pengiriman buku gratis dengan ditujukan kepada alamat tertentu. Kami sudah mempersiapkan dan mengantisipasi beberapa kemungkinan untuk proses hingga sampainya barang,” jelas bapak bertubuh tinggi tersebut.

Gerakan perubahan menjadi Indonesia yang cerdas melalui literasi membaca disambut bahagia dan berupaya secara maksimal dalam pelaksanaan untuk wilayah Kabupaten Jombang. Namun sampai saat ini belum ada respon positif dari masyarakat mengenai kebijakan pengiriman buku secara gratis.

Perihal respon masyarakat dikuatkan dengan pendapat dari Manajer Penjualan Kantor Pos Jombang, Akbar Anugra Adipasa, publikasi secara rutin sudah dilakukan dibeberapa media elektronik dan hingga memberikan informasi melalui orang terdekat secara masif. PT. Pos memberikan fasilitas berupa sarana transportasi mobil bak terbuka yang setiap harinya berkeliling. Sebagian elemen masyarakat yang memanfaatkan jika terdapat bencana alam, namun untuk gerakan literasi membaca sepertinya masih perlu sosialisasi kembali.

Wilayah Kota Santri ini sangat minim dalam respon aktif pengiriman buku gratis. Terkendala dengan banyak faktor, mulai dari informasi yang diserap mengenai makna gratis dan kriteria jenis buku yang disarankan. Komunikasi timbal balik secara cepat lebih kepada jenis bantuan untuk korban bencana alam. Secara terorganisir, banyak lembaga masyarakat secara masal berdatangan ke Kantor Pos. Bantuan pengiriman ini juga bersifat gratis bagi masyarakat dengan ketentuan syarat yang sama.

Kerja sama dengan beberapa institusi terkait seperti Dinas Pendidikan atau juga Dinas Sosial secara khusus belum diakukan. Tetapi dari pencanangan oleh Jokowi secara terpusat selayiknya sudah melakukan gerakan aktif dalam mengirim buku ke kantor Pos secara rutin setiap tanggal 17.

Pada beberapa kegiatan gerakan literasi membaca dalam acara Mata Najwa, PT.Pos diberikan satu ruang promosi menyambut tamu undangan. Bertujuan untuk memperkenalkan secara langsung, tetapi ada keraguan dan kendala terhadap partisipasi aktif mengirimkan baku. Hingga saat ini masih menjadi pertanyaan besar oleh pihak PT. Pos Indonesia Kabupaten Jombang. Pasalnya tidak terdapat syarat khusus jenis buku yang akan dikirm.

“Tidak terdapat kriteria buku dalam paket kiriman oleh donatur, hanya saja terbatas dalam satu kali kirim hingga 10 kilo gram,” ungkap manajer muda.

Pengiriman buku bebas biaya bisa dilakukan di Kantor Pos 18 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Jombang (kecuali agen pos). Pengirim donasi buku merupakan pegiat literasi dan masyarakat umum yang akan menyumbangkan buku kepada pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di seluruh Indonesia. Melalui program ini donatur dapat mengirim satu buah paket buku seberat maksimal 10 kilo gram (kg) secara gratis.

Terdapat beberapa daftar TBM yang sudah bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia dalam gerakan literasi nasional. Sehingga hanya dalam daftar TBM inilah para pengirim atau donatur yang ingin menyumbangkan buku dengan tidak terkena biaya kirim. Namun hanya satu bulan sekali ditanggal 17, hal ini jika seluruh masyarakat sangat antusias maka akan dievalusi secara nasional dan diberikan perpajangan waktu sampai dua kali dalam satu bulan. Bulan Agustus merupakan awal pemberian umpan, dan selanjutnya masih dalam taraf evaluasi.

“Jika sebelum ada kebijakan Presiden mengenai pengiriman buku gratis, dihitung sesuai dengan kota tujuan misalkan di Indonesia bagian timur Merauke berkisar Rp. 200.000 sampai Rp. 300.000 untuk 10 kilo gram,” jelas pimpinan PT. Pos Jombang saat di ruang kerja.          Tiyas

Check Also

Foto : Proses latihan Capaska Kabupaten Jombang. (fakhruddin)

Lebih Dekat dengan Pengibar Bendera Pusaka

Reporter : fakhruddin JOMBANG, MSP – Setiap upacara perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, mata kita …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!