Foto : Proses latihan Capaska Kabupaten Jombang. (fakhruddin)
Foto : Proses latihan Capaska Kabupaten Jombang. (fakhruddin)

Lebih Dekat dengan Pengibar Bendera Pusaka

Reporter : fakhruddin

JOMBANG, MSP – Setiap upacara perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, mata kita akan tertuju pada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Penuh kekompakan dibarengi keselarasan setiap gerakannya memberikan hiburan tersendiri bagi seluruh peserta upacara. Setiap gerakan harus dilakukan dengan pasti dan kompak tanpa adanya sedikitpun kesalahan.

Ketua Pelatih Paskibraka Kabupaten Jombang, Kapten Zainal Arifin menjelaskan, ”Untuk menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Jombang tidaklah mudah, calon paskibraka (Capaska) harus mengikuti serangkaian kegiatan eliminasi. Sebagai penyaring capaska terbaik saat upacara perayaan 17 Agustus.”

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama personil Satuan Radar (Satrad) 222, Komando Distrik Militer (Kodim) dan Polisi Resor (Polres) Kabupaten Jombang menjalankan penyisihan dengan memberikan surat undangan ke seluruh sekolah di Kabupaten Jombang. Awalnya terdapat total 717 peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) mendaftarkan diri sebagai Capaska Kabupaten Jombang. Hingga akhirnya diperoleh 72 Paskibraka, 2 diantara mereka dikirim ke Provinsi dan sisanya sebagai petugas pengibar bendera di Kabupaten Jombang.

Seluruh peserta didik boleh mengikuti seleksi meskipun bukan asli warga Jombang. Terlebih kota santri ini memiliki ratusan Pondok Pesantren, dimana di dalamnya terdapat ribuan peserta didik dari luar daerah. Sehingga semua peserta didik memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan yang sama.

Ada beberapa kriteria utama jika ingin mengikuti seleksi. Peserta didik atau Capaska harus memiliki gerakan bagus, postur badan proporsional dan sebagai tambahan yakni berpenampilan menarik. Kriteria tersebut saling terkait guna menyuguhkan gerakan-gerakan yang pasti, tegas dan mampu menarik animo masyarakat.

Saat melakukan latihan semua peserta diperlakukan sama sesuai porsinya. Semua dilatih bersama, dibekali keterampilan sama pula. Sebagai pembawa baki bendera pusaka pun begitu, tidak hanya satu atau dua orang saja. Jika perlu semua Capaska perempuan diberikan kesempatan sama sampai akhirnya H-1 pelaksanaan upacara bendera baru benar-benar pasti. Selain pembawa baki ada pula petugas pengerek yang diemban oleh tiga Capaska laki-laki.

“Seleksi pembawa baki dilakukan terus sampai akhirnya ditemukan seorang yang benar-benar mampu mengemban tugas ini tanpa gugup dan harus sesuai kriteria diatas,” tambah pelatih.

Proses latihan setelah seleksi pun sangat padat. Sejak seleksi selesai, (24/7 s.d 16/8) capaska melakukan latihan rutin setiap hari antara pukul 07.00-17.00 WIB. Capaska datang 30 menit sebelum jam latihan dimulai untuk persiapan, tidak ada kata terlambat bagi seluruh anggota. Apabila sudah mendekati hari pelaksanaan tepatnya tanggal (13/8), Capaska akan tinggal di asrama hingga acara penutupan selesai. Selama ini asramanya bertempat di SMA Negeri 3 Jombang. Dua hari setelah karantina, akan dilakukan pengukuhan Capaska menjadi Paskibraka.

Pria berkumis dengan suara lantang tersebut menuturkan, “Setelah resmi menjadi Paskibraka Kabupaten Jombang, mereka akan mendapatkan Sertifikasi dari Bupati. Setiap tahunnya selalu ada agenda rekreasi sebagai refreshing para anggota.” Tiyas

Check Also

Foto : Ki Pitulas nama sapaan dari Tri Mangorso Subagio, pria berprofesi sebagai tukang tambal ban di Jalan KH. Hasyim Asy’ari ini memberikan gratis tambal ban kepada masyarakat selama bulan Agustus. (Fakhruddin)

Hafal Proklamsi, Gratis Tambal Ban

Reporter : aditya eko JOMBANG, MSP – Hari kemerdekaan merupakan momen bersejarah dan penting bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!