Breaking News
Foto : Kepala SKB Gudo, Drs. Kasmujiraharja, M.Pd. (fakhruddin)
Foto : Kepala SKB Gudo, Drs. Kasmujiraharja, M.Pd. (fakhruddin)

Melayani Pendidikan Sepenuh Hati Tanpa Terkecuali

Reporter : fakhruddin

GUDO, MSP – Pemerataan pendidikan di seluruh pelosok Indonesia sedang gencar dilakukan oleh pemerintah. Tidak ada batasan ataupun perbedaan hak dalam menerima pendidikan. Tanpa terkecuali apapun termasuk suku, ras, agama, budaya ataupun kondisi ekonomi maupun keadaan fisik seseorang. Dua poin terakhir menjadi alasan terbanyak seseorang saat tidak mampu mengenyam pendidikan.

Lembaga pendidikan nonformal menjadi salah satu jawaban dari alasan masyarakat ataupun peserta didik yang tidak mampu melanjutkan pendidikan pada jenjang selanjutnya. Seperti halnya Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gudo, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang menawarkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kursus, Program Kesetaraan dan Pendidikan Masyarakat secara gratis tanpa pungutan biaya apapun dari mulai pendaftaran hingga mendapatkan ijazah.

Kepala SKB Gudo, Drs. Kasmujiraharja, M.Pd menuturkan, “Alasan terbesar mereka ketika tidak mampu melanjutkan sekolah adalah terhalang dana. Adanya lembaga nonformal ini yang menggratiskan semua operasional, diharapkan mampu menampung dan memeberikan fasilitas dalam melayani pendidikan bagi masyarakat. Khususnya bagi masyarakat Jombang.”

Lembaga yang resmi berganti nama sejak 23 Juni 1978 menjadi UPTD SKB Gudo ini awalnya pada tahun 1965 bernama Lembaga Kursus Penjenang Pendidikan Masyarakat (KPDPM) Gudo, Kabupaten Jombang. Tidak hanya itu, sebelum tahun 1978 tepatnya tahun 1975 juga mengalami reorganisasi di Departemen  Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), maka KPDPM berubah nama lagi menjadi Pusat Latihan Pendidikan Masyarakat (PLPM).

Mengusung visi untuk menyiapkan masyarakat pada penguasaan pengetahuan, keterampilan fungsional serta mengembangkan sikap, kepribadian profesional dan mandiri, SKB Gudo mencakup 11 wilayah kerja yaitu, Kecamatan Gudo, Ngoro, Bareng, Wonosalam, Mojowarno, Diwek, Jombang, Tembelang, Megaluh, Perak dan Bandarkedungmulyo. Dari 11 wilayah itu SKB Gudo mempunyai 50 peserta kursus, 200 peserta kesetaraan dan 58 anak didik PAUD.

“Semua peserta dari SKB Gudo diperoleh dengan cara terjun langsung ke sekolah ataupun ke desa-desa untuk mendata peserta didik yang tidak melanjutkan pendidikan dan langsung didatangi ke rumah masing-masing guna didaftarkan. Selain itu ada beberapa peserta didik secara langsung datang untuk mendaftar,” kekeh Kasmujiraharja.

Prestasi dari peserta didik beserta pengurus lembaga pun pernah diraih SKB Gudo. Dominasi juga tampak dari beberapa tahun terakhir, sederet penghargaan mampu diraih dari level provinsi hingga nasional.

Lembaga yang berdiri pada tanah seluas 7.468,75 meterpersegi  ini pun tidak melepas begitu saja peserta didiknya yang telah selesai mengenyam pendidikan disitu. Lembaga akan melakukan pendampingan dan membentuk kelompok-kelompok kecil guna mempermudah dalam pencarian kemitraan bagi mereka. Sehingga seluruh alumni lembaga bisa merasa lebih sejahtera dalam segi perekonomian keluarga.

Seluruh pendanaan operasional lembaga diperoleh dari Direktorat Jendral PAUD dan Dikmas pusat dengan cara mengajukan proposal-proposal kegiatan yang akan dilaksanakan. Tidak adanya pungutan sedikitpun dari lembaga menjadi pembeda tersendiri antara sekolah swasta dengan lembaga nonformal ini. Selain itu jam belajarnya pun berbeda dengan sekolah formal, yakni dari hari Senin sampai Jumat antara pukul 07.00 hingga 11.30 WIB.

Pria yang menjabat sebagai kepala SKB Gudo sejak 2009 ini pun berharap, “Semoga ada perhatian tambahan dari Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan kepada lembaga supaya lebih memaksimalan kinerja operasional kegiatan dari lembaga nonformal ini.” Tiyas

Prestasi yang didapat dua tahun terakhir :

Tahun 2016 :

  • Juara 3 Pamong Belajar tingkat Provinsi
  • Juara 1 Tutor Paket C tingkat Provinsi

Tahun 2017 :

  • Juara 1 Kepala SKB tingkat Provinsi

Fasilitas :

  1. Gedung Kantor, Ruang Belajar PAUD, Paket B, Paket C, Keterampilan, Aula Serbaguna, Rumah Dinas 2 unit, dapur dan gudang.
  2. Komputer 18 unit, LCD 3 unit, Wireless Sound System 2 unit, KIT IPA, Matematika, Laboratorium Bahasa, Televisi 2 unit, Mesin Bordir 13 unit, Mesin Jahit 18 unit dan las karbit 2 unit.
  3. Sepeda motor pintar 1 unit.

Check Also

Foto : Ketua MKKS, Karyono, S.Pd, M.Si. (fakhruddin)

Perpres PPK Redam 5 Hari Sekolah

Reporter : fakhruddin TEMBELANG, MSP – Menengok beberapa bulan lalu, dunia pendidikan dikejutkan oleh keputusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!