Foto : Aksi cosplayer dengan menggunakan kostum kasual. (istimewa)
Foto : Aksi cosplayer dengan menggunakan kostum kasual. (istimewa)

Mengintip Aksi Cosplayer Jombang

Reporter : fitrotul aini.

JOMBANG, MSP – Memakai pakaian atau kostum mirip dengan karakter dalam anime, komik (manga), film, atau bahkan video games lengkap dengan tata rias dan aksesorisnya adalah hal yang dilakukan oleh seorang cosplayer. Hobi yang digeluti oleh seorang cosplayer ini disebut sebagai cosplay, berasal dari gabungan dua kata dalam Bahasa Inggris yakni costume dan play.

Diperlukan usaha serta modal besar untuk bisa menirukan tampilan fisik berbagai macam karakter dengan mengenakan pakaian atau kostum beserta pernak-pernik yang menyertainya. Semakin sulit dan rumit detail kostum karakter yang ingin dimainkan juga akan semakin sulit dan rumit dalam proses pembuatannya.

“Kalau kostumnya hanya kostum kasual seperti jenis seifuku (sejenis seragam sekolah yang digunakan peserta didik di Jepang, red) tidak terlalu rumit. Beda dengan kostum armor,” ujar anggota COSUJO salah satu komunitas cosplay di Jombang, Deva Purnama Putra.

Lebih lanjut, menurut pria yang akrab disapa Deva ini letak kerumitan kostum armor (kostum yang biasanya berbentuk superhero seperti power ranger atau gundam) terletak pada proses pembuatannya. Eva Spon atau lebih akrab disebut busa hati sebagai bahan utama, harus dipola sesuai dengan desain yang sudah dibuat. Sebelum pola-pola yang sudah dibuat tersebut disatukan menjadi sebuah bentuk utuh, busa hati yang sudah berpola tersebut diapisi terlebih dahulu dengan cat pelapis anti bocor. Tujuannya agar kostum armor menjadi tahan air guna berjaga-jaga ketika kostum ditampilkan kemudian tiba-tiba turun hujan cosplayer tidak perlu terburu-buru untuk mengamankan kostum.

Setelah dilapisi dengan cat pelapis anti bocor, potongan pola busa hati tersebut disatukan dengan menggunakan lem kayu baru selanjutnya dicat dengan cat yang diinginkan. Bisa menggunakan cat kayu untuk memberikan kesan warna mengkilap atau hanya sekedar menggunakan cat semprot. Namun perlu diingat, jangan menggunakan jenis cat yang keras, yang pada labelnya terdapat gambar api. Karena jika menggunakan jenis cat tersebut justru akan merusak bahan busa hati sebagai bahan dasar.

“Proses ketika penempelan pola-pola dengan lem ini sangat butuh ekstra kesabaran. Karena kita menempelkan polanya satu-satu, dipegang sambil dipastikan sudah menyambung dengan benar atau belum. Kalau sesuai, bisa lanjut ke proses selanjutnya. Kalau tidak, harus disiasati,” papar Deva.

Ditambahkan oleh Ketua COSUJO, Naufal Raihan butuh waktu yang beragam untuk menyelesaikan satu kostum cosplay. Ada yang bisa diselesaikan dalam hitungan hari, ada pula yang harus dikerjakan dalam beberapa bulan. Semuanya tergantung pada kerumitan pola kostum yang tengah dibuat.

“Untuk satu kostum armor, ada yang bisa dikerjakan sampai tiga bulan. Perlu ketelatenan, ketelitian, dan kesabaran dalam membuatnya. Begitu pun modal yang dikeluarkan, semuanya tergantung pada jenis dan bentuk kostum,” ujar Naufal.

Namun yang patut dibanggakan dari para cosplayer menurut pria yang sudah bekerja di bidang pelayaran ini adalah kreativitas hingga kesabaran yang tidak terhingga. Agar dapat tampil menggunakan kostum karakter yang diinginkan, cosplayer setidaknya harus ‘menduplikasi’ tampilan kostum karakter pilihannya. Mulai dari mencari desain pola pembuatan, mencari bahan baku, merakit atau bahkan menjahit bahan hingga akhirnya menampilkannya di hadapan publik. Dan untuk memperoleh hasil kostum yang sempurna, berkali-kali trial and error haruslah dijalani.

Dari segala kerumitan proses pembuatan yang pernah dilakoni, cosplayer dapat mencari celah bisnis dalam bidang ini. Kostum cosplay yang pernah mereka buat, dapat mereka sewakan atau mereka jual kepada sesama cosplayer atau pada orang yang tertarik dengan kostum cosplay.

“Salah satu kostum buatan saya ada yang dibeli orang 550 ribu,” kekeh Deva mengakhiri penjelasan. Tiyas

Check Also

Foto : Ki Pitulas nama sapaan dari Tri Mangorso Subagio, pria berprofesi sebagai tukang tambal ban di Jalan KH. Hasyim Asy’ari ini memberikan gratis tambal ban kepada masyarakat selama bulan Agustus. (Fakhruddin)

Hafal Proklamsi, Gratis Tambal Ban

Reporter : aditya eko JOMBANG, MSP – Hari kemerdekaan merupakan momen bersejarah dan penting bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!