Foto : Ilustrasi
Foto : Ilustrasi

Mulok Keagamaan Mencetak Insan Bertaqwa?

Oleh: Eny Alfiyah, S. Pd *)

Mata pelajaran mulok (muatan lokal) keagamaan telah berjalan setahun lamanya di kota santri ini. Harapan saya sebagai pengajar mata pelajaran ini adalah agar peserta didik usia sekolah dasar lebih memahami Islam dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tak dipungkiri Jombang sebagai kota santri, namun generasi muda minim pemahaman Islam. Sebagai contoh ada beberapa kasus pelajar hamil diluar nikah, konsumsi minuman keras, narkoba, bahkan terjerat LGBT.

Saya berharap  keberadaan mulok keagamaan ini bisa menjadi pondasi membangun keimanan dan mencetak peserta didik bertaqwa serta tidak terlibat kasus seperti diatas. Ibarat membangun rumah, pondasinya kuat sehingga bangunan rumah juga kuat. Demikian pula mendidik peserta didik. Pondasi keimanan seseorang adalah aqidah Islam. Aqidah Islam adalah pemikiran mendasar bahwa ada pencipta alam semesta, manusia, dan kehidupan yaitu Allah SWT, manusia terikat dengan aturan-Nya dan manusia ingat nantinya akan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di akhirat. Jadi hidup di dunia ini manusia  terikat dengan aturan Allah SWT tidak bebas semau gue seperti budaya barat yang penuh dengan kebebasan.

Apabila pondasi kuat akan mampu menyangga bangunan diatasnya. Jika peserta didik paham bagaimana mengarungi hidup ini dalam rangka ibadah yaitu taat pada syariat sang Pencipta kelak mereka terpacu untuk mencari tahu bagaimana Islam mengatur kehidupan ini. Kita bisa melihat masa keemasan dan kegemilangan Islam menjadi mercusuar dunia dalam pendidikan, kesehatan sehingga muncul ilmuwan muslim seperti al Khawarizmi, Ibnu Sina, Aljabar, mereka terinspirasi dari Islam.

Silabus Mulok

Kompetensi dasar pada silabus mulok keagamaan hanya mefokuskan pada baca tulis alquran, hafalan beberapa surat dalam alquran, trampil dalam sholat wajib dan sunnah, doa-doa keseharian. Bersifat praktis tanpa menyentuh pemahaman aqidah sebagai landasan berfikir. Bagi yang sudah mampu maka mereka merasa sudah paham Islam. Bagi yang belum mampu, menjadi beban pelajaran dimana harus hafalan di akhir- akhir pelajaran.

Banyak yang merasa bosan danjenuh karena mereka sudah dapatkan di TPQ sekitar lingkungan mereka. Seolah Mulok keagamaan adalah upaya untuk bersaing dari sekolah madrasah dalam meraih peserta didik yaitu Sekolah Dasar Negeri berasa Madrasah.

Mulok Keagamaan ada dalam rangka menjadikan peserta didiklebih bertaqwa. Menurut saya isi silabusnya berisi upaya menanamkan dan memupuk aqidah Islam mereka. Akidah Islam yang kuat akan menjadikan taat. Tentu sangat berat menjadi insan bertaqwa disaat era globalisasi saat ini, pengaruh teknologi yang melalaikan peserta didik belajar. Untuk menanamkan ketaqwaan individu butuh kontrol masyarakat dan peran negara.

Negara sebagai penyelenggara pendidikan memastikan pendidikan yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik. Mulai dari anak usia dini hingga usia dewasa. Sangat disayangkan jika tepuk anak sholeh yang isinya bagus untuk menanamkan kecintaan pada Islam dan menjaga keistiqomahan berIslam dihapus.

Bagaimana mungkin bisa mencetak insan bertaqwa bila kecintaan terhadap Islam tidak ditumbuhkan sejak usia dini? Di usia emas mereka harus dimantapkan dengan kecintaan terhadap agama mereka. Karena perilaku seseorang tergantung dari apa yang mereka pahami. Jadi untuk mengubah perilaku para peserta didik dikembalikan kepada bagaimana Islam mengatur tolok ukur mereka dalam berbuat. Karena Rasulullah SAW sebagai teladan kita sepanjang zaman berhasil mengubah perilaku kaum Quraish yang jahiliah dengan mengajak kepada Islam. Maka mulok keagamaan harus ada perubahan silabus, menambahkan penyampaian aqidah Islam untuk meningkatkan pondasi keimanan dan insan yang bertaqwa.

*) Guru Mulok Keagamaan di Jombang

Check Also

dr. Ita Supranata

Waspada…! Bahaya Kerja Berlebihan

Oleh : dr. Ita Supranata*) JOMBANG, MSP – Sesuatu yang dilakukan secara berlebihan tidak baik …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!