Foto : Mie goreng dengan perpaduan sayur sawi hijau (chiclia)
Foto : Mie goreng dengan perpaduan sayur sawi hijau (chiclia)

Nasi Goreng Buto, Rasakno…!

Reporter : chicilia risca

JOGOROTO, MSP – Beragam masakan yang ditawarkan melalui variasi kreatifitas mendorong pencinta kuliner wajib mencicipinya.  Kudapan nasi goreng dengan perpaduan berbagai macam sayur dan lauk terlihat biasa, namun berbeda halnya yang disajikan di kedai WCH yang berada di Desa Ngembeh, Ngumpul, Kecamatan Jogoroto.  Pemandangan asyik dan hijau serta angin sepoi dapat kita saksikan saat menikmati kudapan bersama keluarga, sahabat dan teman.

Ketika datang ke kedai, kita akan mencium aroma perpaduan bawang putih cincang yang di kombinasikan dengan garam, gula, kecap manis dan asin, merica, dan juga cabai didampingi bumbu rempah rahasia keluarga.  Harumnya yang khas karena menggunakan trik memasak yang terpisah dengan bahan baku dari nasi dan juga mie.  Telur dan ayam di masak secara terpisah terlebih dahulu hingga matang kemudian di campurkan dengan bumbu rempah rahasia.  Sehingga saat dicampur dengan nasi goreng dan mie, tidak terasa amis.

Selain itu ukuran dari sajian yang ditawarkan untuk per orangnya sangat mempesona bagi para pelanggan yang sangat lapar. Sajian satu piring penuh yang membuat pelanggan selalu datang berduyun – duyun karena bisa dinikmati oleh dua sampai tiga orang untuk porsi normal dalam satu kali makan.

Cocok bagi pelanggan yang menyukai porsi jumbo serta pelajar dengan harga ekonomis namun sangat mengenyangkan.  Hanya Rp. 8.000 per porsi untuk mie dan nasi goreng.  Kedai yang buka setiap pukul 16.30 WIB menjadi rekomendasi pelajar serta para mahasiswa saat menikmati makan malam.  Kini sudah banyak pelanggan setia yang rela jauh – jauh datang membeli.

Tempat makan dan nongkrong yang setiap hari Kamis libur adalah generasi ke dua yang dirintis oleh kakak dan adik dengan memutuskan berjualan di rumah.  Selalu ramai dengan banyak pelanggan sabar mengantre.  Semua akan terbayarkan ketika saat menikmati nasi goreng sangat gurih dan rasa telur yang khas dengan didampingi suwir ayam berbumbu. Telur yang dukunyah tidak lagi terasa amis, namun sangat gurih ciri khas telur orek goreng.  Lalu suwir ayam yang tidak terlalu kering membuat sekali gigit lalu kunyah langsung terpotong.

Isian dari nasi goreng terdiri dari sayur sawi hijau, kubis cincang, telur, suwir ayam dengan taburan cabai hijau lalap ditemani oleh mentimun. Kemudian mie goreng adalah sawi hijau, kubis cincang,  telur orek,  ayam suwir,  dilengkapi dengan cabai hijau serta mentimun.

Keuntungan bagi para pelancong kuliner yang sedang kelaparan dapat makan dengan dua sampai tiga kali ukuran makan normal tetapi bayar dengan satu kali makan saja. Selain itu biasa dijumpai jika makanan murah dan porsi banyak rasa terkadang kurang nendang, berbeda halnya di Kedai rumahan ini. Perpaduan bumbu rempah dan olahan dari campuran sayuran, telur, ayam serta bahan pokok nasi serta mie sangat pas tentunya membuat lidah sangat menikmati variasi rasa saat mengunyah untuk setiap suapan sendoknya.

Bagi pencinta kuliner yang ingin merasakan selain nasi goreng dan mie goreng, ditawarkan nasi mawut dan mie godog. Dengan didampingi oleh kerupuk pasir, kerupuk uyel serta pelepas dahaga teman kudapan seperti teh, jeruk, kopi susu, dan susu. Wajib bagi pecinta kuliner untuk segera datang mencicipi. Selamat mencoba!  Tiyas

Check Also

Kolak ketan durian khas wonosalam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner buah durian. (aditya)

Kudapan Rakyat Super Lezat

Reporter : aditya eko WONOSALAM – Halo pecinta kuliner di Jombang. Kali ini kami akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!