Foto : Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jombang, Ahmad Roziqin. (fakhruddin)
Foto : Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jombang, Ahmad Roziqin. (fakhruddin)

PDAM Jombang Antisipasi Kelangkaan Air Konsumsi

Reporter : fakhruddin

JOMBANG, MSP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Surabaya memprediksi musim kemarau di Kabupaten Jombang akan berakhir pada Bulan September. Semua warga harus melakukan persiapan untuk menghadapi kemungkinan tersebut.

Dilansir dari Jawapos.com (6/8), Pelaksana Tugas (PLT) BPBD Kabupaten Jombang, Purwanto menuturkan, ’’Sebagai referensi melihat daerah rawan bencana kekeringan kami menggunakan dasar peta rawan kekeringan serta rilis dari BMKG, ada delapan wilayah terancam kekeringan.’’

Delapan kecamatan di kota santri ini terancam mengalami kekeringan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, Utara Sungai Berantas dan Selatan Sungai Berantas. Sebagian berada di Utara Sungai Berantas yaitu Kecamatan Kabuh, Ngusikan, Kudu dan Plandaan. Sedangkan bagian Selatan Sungai Berantas meliputi Kecamatan Bareng, Wonosalam, Megaluh, serta Bandar Kedungmulyo.

Terjadinya musim kemarau mengakibatkan mengeringnya sumber air di beberapa daerah. Kelangkaan air bersih pun tidak terelakkan lagi. Dimana warga harus memutar otak, hanya karena demi mendapatkan air bersih sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Hubungan Masyarakat (Humas) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jombang, Ahmad Roziqin menjelaskan, “Setiap kali ada permintaan permohonan air bersih, PDAM selalu siap untuk mengirimkan secara gratis ke daerah yang sedang mengalami kekeringan. Kami juga bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Jombang dalam hal pengiriman air dalam jumlah banyak.”

Air hasil pengeboran tanah menjadi pilihan PDAM. Air tersebut akan diproses sampai akhirnya layak dikonsumsi, mulai dari pengeluaran, penyaringan, hingga penambahan oksigen pada air. Banyaknya pasokan air bergantung pada jumlah warga pada suatu tempat. Setiap harinya PDAM mampu mengirimkan dua sampai tiga tangki menuju daerah kekeringan. PDAM pun bersedia mengirimkan bantuan air setiap minggunya saat musim kemarau.

“Sebenarnya masalah utama dari kekeringan air bukan hanya perihal musim kemarau saja, kami telah menawarkan pemasangan PDAM guna mengantisipasi masa-masa kelangkaan air. Tetapi banyak penolakan dari masyarakat,” tambah Roziqin.

Penolakan tersebut disebabkan oleh biaya bulanan dari PDAM sebagai operasional. Warga merasa keberatan jika setiap bulan harus membayar untuk mendapatkan air bersih. Mereka merasa lebih ekonomis dengan memohon bantuan air bersih dari PDAM atau BPBD.

Sosialisasi sudah rutin dilakukan guna memberikan pengetahuan mengenai pentingnya pemasangan PDAM bagi warga. Setiap perangkat desa sangat antusias terhadap program-programnya, hanya saja masyarakat lah yang menjadi raja. Kembali lagi karena persoalan individu masing-masing warga.

Pria asal Kecamatan Bareng ini menambahkan sambil tersenyum, “Ada juga masalah unik di Dusun Banyuasin, Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan, yaitu air pada daerah tersebut terasa asin. Bagaimanapun cuaca atau musim di daerah tersebut tetap tidak dapat mengubah kondisi air. Hingga sampai sekarang, apabila pasokan air bersih habis maka PDAM selalu siap untuk mengirim.” Tiyas

Check Also

Foto : Ki Pitulas nama sapaan dari Tri Mangorso Subagio, pria berprofesi sebagai tukang tambal ban di Jalan KH. Hasyim Asy’ari ini memberikan gratis tambal ban kepada masyarakat selama bulan Agustus. (Fakhruddin)

Hafal Proklamsi, Gratis Tambal Ban

Reporter : aditya eko JOMBANG, MSP – Hari kemerdekaan merupakan momen bersejarah dan penting bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!