PEMUTARAN “FILM BERSUBTITEL” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS

Afi Ni’amah, M.Pd.

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris

STKIP PGRI Jombang

 dan

Hermin Maslamah, S.Pd.

MTs. Mamba’ul Khoirot Banjardowo

Abstrak: Berbicara bahasa Inggris tidaklah mudah bagi siswa tingkat SMP, walaupun mereka kaya akan kosakata. Hal ini disebabkan oleh rendahnya motivasi siswa untuk berbicara bahasa Inggris. Oleh karena itu penelitian ini mengacu pada peningkatan motivasi siswa untuk berbicara bahasa Inggris dengan menggunakan subtitel bahasa Inggris pada film. Melalui penelitian kolaboratif, peneliti bekerja sama dengan guru dalam melaksanakan penelitian ini. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang meliputi dua pertemuan masing-masing siklusnya. Pada setiap pertemuan meliputi empat kegiatan–planning, implementing, observing dan reflecting. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah lembar observasi dan kuesioner yang didukung dengan wawancara kepada beberapa siswa. Subyek penelitian terdiri dari 23 siswa MTs. Mamba’ul Khoirot Banjardowo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih termotivasi berbicara dalam bahasa Inggris setelah diputarkan film yang bersubtitel bahasa Inggris. Mereka lebih semangat berpartisipasi dan berinteraksi dalam kegiatan berbicara bahasa Inggris.

Kata Kunci: Film Bersubtitel, Motivasi, Berbicara

Abstract: Speaking in English is not easy to do for junior high school students, eventhough they are rich of vocabulary. It is caused by the students’ motivation to speak English is low. Thus, the research is focused on improving students’ motivation in speaking English by using subtitle on movie. By collaborative research, the researcher along with a teacher conducted the research. The research was done in two cycles with two meetings on each cycle. In each cycle there are planning, implementing, observing and reflecting. The instrument used in collecting the data were observation and quessionnaire which was strengthened by interview to some students. The subject of the research were 23 students of MTs. Mamba’ul Khoirot Banjardowo. The result of the research showed that the students were being more motivated in speaking English after being played subtitled movie. They showed enthusiast participation and interaction in speaking English.

Key words: Subtitled movie, motivation, speaking

A. PENDAHULUAN

Penelitian ini dilakukan berdasarkan laporan guru kelas IX MTs. Mamba’ul Khoirot Banjardowo yang mengeluhkan rendahnya kemampuan dan motivasi siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Hasil observasi juga menunujukkan nilai siswa yang masih di bawah KKM, yakni 78. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, mereka merasa kurang percaya diri dan takut melakukan kesalahan dalam berbicara bahasa Inggris. Beberapa siswa memiliki kesulitan dalam pengucapan bahasa Inggris yang benar—kata pig (=babi) berbeda pengucapannya dengan kata pick (=ambil), sehingga menimbulkan makna lain ataupun ambigu. Beberapa siswa yang lain memiliki kesulitan memahami kosakata bahasa Inggris yang mereka dengarkan sehingga merasa kebingungan dalam memahaminya. Rendahnya motivasi dan percaya diri siswa menyebabkan mereka tidak berani dan tidak percaya diri atas kemampuan berbahasa Inggris. Ketika mereka menyadari kesalahan mereka dalam berbahasa Inggris, mereka cenderung diam dan malu sehingga tidak berani untuk berbicara bahasa Inggris.

Berdasarkan uraian di atas, kesulitan para siswa dalam berbicara bahasa Inggris disebabkan karena teknik yang digunakan guru dalam mengajar kurang menarik minat dan motivasi siswa sehingga suasana kelas kurang menarik untuk diikuti. Oleh karena itu penelitian ini mencoba memberi solusi melalui pemutaran film dengan subtitel berbahasa Inggris. sebagaimana Blaz (2001:137) menyatakan bahwa fungsi media dalam kegiatan pembelajaran adalah memfasilitasi siswa dan meningkatkan kegiatan pembelajaran siswa. Dalam membantu para siswa berbicara, guru perlu lebih kreatif dalam menemukan materi yang autentik dan media yang sesuai untuk dapat membantu para siswa terlibat di dalam proses kegiatan pembelajaran.

 B. LANDASAN TEORI

a. Kemampuan Berbicara

Berbicara merupakan kegiatan antara dua orang atau lebih sebagai pendengar dan pembicara yang bereaksi atas apa yang mereka dengarkan dan memberikan kontribusi pada kecepatan tinggi (Keith and Morrow, 1981:70). Untuk berbahasa Inggris dengan baik diperlukan penguasaan kosakata, tata bahasa, dan pengucapan yang bagus. Di lain pihak, Cahyono dan Widiati (2011: 29) menyatakan bahwa upaya siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara mereka dapat dilihat dari kelancaran, keakuratan dan efektivitas mereka.

Kemampuan berbicara memegang peranan penting dalam kegiatan pembelajaran. Baik guru maupun siswa hendaknya menyadari pentingnya kemampuan berbicara demi keberhasilan pembelajaran bahasa. Para guru hendaknya mengetahui kemampuan berbicara siswanya karena akan berpengaruh pada keberhasilan para siswa dalam pembelajaran bahasa. Kebanyakan siswa jarang berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, mereka kurang mendapatkan peluang untuk berbahasa Inggris dalam berkomunikasi, peluang mereka untuk berbahasa Inggris hanya ketika mereka mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah maupun di lembaga kursus.

b. Motivasi Siswa

Dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru tidak hanya menerapkan teknik yang bagus tetapi juga perlu memperhatikan motivasi siswa. Motivasi merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam pembelajaran bahasa. Menurut pendapat seorang guru, motivasi siswa biasanya ditandai dengan partisipasi yang aktif pada kegiatan pembelajaran, menunjukkan minat pada mata pelajaran dan belajar dengan giat. Ketika guru mampu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan nyaman maka guru mampu memberi kontribusi terhadap motivasi belajar siswa.

Menurut Lighthown and Spada (2001), terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk membuat para siswa termotivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran, diantaranya:

  • Memotivasi siswa untuk mengikuti pelajaran, terutama pada kegiatan pendahuluan. Dalam hal ini Guru telah mempersiapkan kegiatan untuk menumbuhkan minat siswa terhadap pelajaran.
  • Menyiapkan keragaman kegiatan, tugas dan materi. Motivasi para siswa bergantung pada rutinitas di kelas. Jika pelajaran selalu disajikan dengan rutinitas yang sama maka perhatian para siswa pada pelajaran akan menurun tetapi kebosanan mereka justru semakin bertambah. Kegiatan, tugas dan materi yang beragam akan mengatasi masalah tersebut.

Kegiatan pembelajaran kooperatif merupakan kegiatan yang menuntun para siswa untuk bekerja sama dalam menyelesaikan masalah. Hal ini mampu meningkatkan rasa percaya diri para siswa karena setiap individu memainkan peran penting, termasuk siswa yang mempunyai kemampuan di bawah rata-rata. Adanya rasa percaya diri tersebut mampu meningkatkan motivasi para siswa. Sebagaimana pendapat Cahyono dan Widiati (2011:36) yang menyebutkan bahwa kegiatan pembelajaran hendaknya menerapkan pendekatan komunikatif agar para siswa mampu berkomunikasi satu sama lain sehingga mampu meningkatkan kemampuan berbicara mereka.

1. Film Bersubtitel

Film merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar pembelajaran. Menurut Dewi (2013) film dapat memberi dampak positif kepada para siswa. Mereka dapat termotivasi dan tertarik untuk belajar. Mereka juga menjadi penasaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Ketika sedang menonton film, dapat meningkatkan kosakata dan pengucapan kosakata yang benar dengan menirukan dialog yang ada di film.

Melalui subtitel dialog pada film siswa mampu memperhatikan kalimat-kalimat yang terdapat pada layar untuk kemudian ditirukan pengucapannya sesuai dengan tokoh yang mengucapkannya dengan intonasi yang sesuai pula. Hal ini menyebabkan para siswa menjadi lebih mudah dalam memahami maknanya dan menirukan pengucapannya dengan intonasi sebagaimana tokoh dalam film tersebut.

2. Manfaat Film Bersubtitel

Subtitel merupakan kegiatan menuliskan setiap dialog yang diucapkan oleh tokoh yang bermain film. Ketika menonton film berbahasa Inggris, orang biasa membaca terjemahan yang terdapat di layar. Subtitel pada penelitian ini memunculkan dialog yang diucapkan oleh pemain film, bukan terjemahannya. Dengan subtitel dialog yang terdapat pada film, siswa dapat lebih mudah membuat dialog yang serupa sebagaimana diperankan oleh pemain film. Siswa juga dapat dengan mudah menirukan dialog dengan pengucapan dan intonasi yang sama sebagaimana tokoh yang terdapat di film.

Menurut Burston (2005) kegunaan memunculkan dialog pada layar dapat membuat siswa memahami setiap kalimat yang diucapkan dalam film karena mereka dapat mempraktekkan dialog tersebut berulang-ulang. Para siswa juga dapat mengucapkan setiap kalimat yang terdapat dalam film sebagaimana pemeran yang merupakan penutur asli mengucapkannya. Hal tersebut terjadi karena mereka menirukan dialog dalam film sebagaimana penutur aslinya mengucapkan dengan intonasi yang sesuai. Mereka juga mendapatkan kosakata baru yang belum pernah mereka temui sebelumnya beserta penyusunan kosakata tersebut dalam kalimat. Para siswa merasa senang dan bangga ketika mampu menirukan dialog berbahasa Inggris karena mereka telah mengucapkan dialog tersebut seperti penutur aslinya.

3. Film Bersubtitel dalam Pembelajaran Berbicara

Menonton film merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi siapapun karena film dapat memberikan hiburan bagi penontonnya. Dengan demikian film dapat digunakan untuk memotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris karena melalui film siswa dapat memperoleh kosakata baru dan mampu memahami ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris (Pescosolido in Rokni & Ataee, 2014). Hal ini terjadi karena penonton terkadang menirukan dialog yang diucapkan oleh pemain film. Jadi, menonton film berbahasa Inggris dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris seseorang terutama kemampuan mendengarkan dan berbicara (http://www.ef.co.id.englishfirst/englishstudy/conversation/belajar-percakapan-bahasa-inggris-dan-terjemahan.aspx).

Pemutaran film berbahasa Inggris dapat dijadikan alternatif pembelajaran bahasa Inggris bagi mereka yang mudah bosan membaca buku. Dengan gambar visual, film menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan percakapan yang hanya terdiri suara. Melalui gambar visual dapat diketahui mimik wajah pemain sehingga penonton dapat mengetahui ungkapan yang tepat dan sesuai dengan mimik pemain, dialog yang diucapkan mungkin sama tetapi mimik yang ditunjukkan mungkin beda (http://www.ef.co.id.englishfirst/englishstudy/conversation/belajar-percakapan-bahasa inggris-dan-terjemahan.aspx). Ketika siswa diputarkan film berbahasa Inggris dengan terjemahan, mereka dapat mendengarkan dialog berbahasa Inggris dan mengetahui arti dari dialog yang didengarkan melalui terjemahan yang tercantum pada layar. Dengan demikian mereka mendapatkan kosakata baru tidak hanya brupa kata-kata, frase, tetapi juga berupa kalimat. Ketika mereka mendengar ungkapan yang berbunyi “Where have you been?”, mereka membaca terjemahan di layar “Darimana saja kamu?”. Jadi mereka menyimpulkan bahwa bahasa Inggris dari “Darimana saja kamu?” adalah “Where have you been?”, bukan “Where only you?”. Dengan demikian film juga membantu siswa untuk memahami tata bahasa yang benar.

Pada penelitian ini peneliti dan guru menggunakan film bersubtitel bahasa Inggris dalam pembelajaran berbicara. Dengan demikian mereka membaca dialog yang mereka dengarkan sehingga mereka mengetahui tulisan dari dialog tersebut untuk bisa lebih memahami makna dari dialog tersebut. Jika mereka menonton film dengan terjemahan, kemungkinan mereka tidak mengetahui ungkapan bahasa Inggris yang benar walaupun mereka mengetahui isi cerita berdasarkan terjemahannya. Dengan film bersubtitle mereka dapat mengetahui ungkapan berbahasa Inggris dan mencari arti kosakata baru dengan menggunakan kamus atau bertanya kepada guru.

 C. METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Peneliti berkolaborasi dengan guru dalam melaksanakan penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan perencanaan (planning), implementasi (implementing), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).

Peneliti melakukan penelitian kolaboratif dengan seorang guru yang mengajar di MTs. Mamba’ul Khoirot. Sekolah tersebut berlokasi di Banjardowo Jombang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX yang berjumlah 23 siswa.

Pada siklus 1 guru memutarkan film bersubtitle. Setelah itu guru membagi siswa menjadi enam kelompok dan memberi masing-masing kelompok bagian dari film yang harus dipahami bersama teman-teman di kelompoknya. Pada pertemuan berikutnya siswa mempraktekkan dialog yang telah diberikan di depan kelas. Kemampuan berbicara siswa dinilai berdasarkan pengucapan, intonasi dan kelancarannya. Guru juga memberikan refleksi dan balikan atas penampilan para siswa dalam mempraktekkan dialog.

Kegiatan pada siklus 2 sama halnya dengan siklus 1 tetapi guru mendampingi siswa ketika masing-masing kelompok berdiskusi. Guru juga melatih pengucapan dan intonasi secara intensif sebelum mereka mempraktekkan dialognya di depan kelas.

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Dalam hal ini motivasi siswa dilihat berdasarkan partisipasi dan respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran berbicara. Partisipasi siswa dikatakan bagus jika mereka menunjukkan penampilan yang sangat antusias. Respon siswa dilihat berdasarkan perasaan mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran berbicara. Jika para siswa termotivasi maka diharapkan nilai mereka akan mencapai KKM. Nilai siswa ditentukan berdasarkan tiga kriteria, yakni pengucapan, intonasi dan kelancaran berbicara dalam bahasa Inggris. Peneliti dan guru akan menghentikan penelitian jika 80% dari jumlah siswa dapat mencapai KKM.

Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Lembar observasi digunakan untuk mengobservasi kegiatan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan mengobservasi penggunaan RPP beserta instruksi materi. Kuesioner digunakan untuk mengetahui respon siswa ketika guru menggunakan film bersubtitel bahasa Inggris.

Sebelum mengambil data penelitian, peneliti menyusun RPP dan mempersiapkan film yang akan digunakan sebagai media pada kegiatan pembelajaran dan membaginya menjadi enam bagian. Masing-masing bagian dari film tersebut kemudian diberi subtitle dan dibagikan kepada kelompok siswa. Masing-masing kelompok mendapatkan dialog yang berbeda untuk didiskusikan. Selanjutnya peneliti bersama guru menyusun strategi, RPP, dan kriteria keberhasilan yang ingin dicapai. Ketika memutarkan film, guru meminta para siswa memperhatikan. Selanjutnya guru membahas isi dari film tersebut seperti karakter, setting, akting, dan lain-lain. Pada pertemuan berikutnya guru mereview film yang pernah diputar. Setelah itu siswa dibagi menjadi enam kelompok dan diberi transkrip dialog yang terdapat di dalam film. Guru memberi waktu kepada para siswa untuk memahami dialog tersebut bersama anggota kelompoknya. Ketika masing-masing kelompok mempraktekkan dialog, guru meminta siswa yang lain memperhatikan hingga guru mengevaluasi penampilan kelompok.

Dalam menerapkan RPP pada kegiatan pembelajaran, peneliti sebagai kolaborator mengamati kegiatan guru menggunakan film bersubtitel dalam pembelajaran berbicara. Peneliti mengamati guru dengan menggunakan lembar observasi. Aktivitas siswa juga peneliti amati dengan menggunakan lembar observasi.

Data yang diolah dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data tersebut diambil berdasarkan partisipasi dan respon siswa dalam kegiatan pembelajaran berbicara dengan pemutaran film bersubtitle. Data juga diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa.

Berdasarkan lembar observasi dan kuesioner peneliti menganalisa penerapan tindakan yang dilakukan oleh guru. Tindakan tersebut meliputi seberapa jauh strategi yang digunakan mampu menyelesaikan masalah dan faktor yang mungkin menyebabkan kegagalan dalam penerapan strategi tersebut. Peneliti merefleksi strategi yang telah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dan dampaknya terhadap kegiatan pembelajaran dan peningkatan motivasi berbicara siswa. Hasil refleksi menunjukkan bahwa penggunaan film bersubtitle masih belum meningkatkan nilai siswa sebanyak 80% dari jumlah siswa. Hal tersebut membuat penelitian dilanjutkan pada siklus berikutnya dengan mencoba merevisi tehnik pembelajaran.

 D. HASIL PENELITIAN

a. Siklus 1

Pada siklus 1 yang dilaksanakan pada tanggal 5 dan 6 Januari 2015 diketahui bahwa mayoritas siswa mengalami kesulitan dalam memahami dialog berbahasa Inggris karena mereka biasanya menonton film berbahasa Inggris dengan terjemahan melalui televisi. Mereka mampu memahami dialog dan jalan ceritanya karena mereka membaca terjemahannya. Ketika mereka melihat film berbahasa Inggris tanpa terjemahan membuat mereka hanya memahami sebagian kecil dari dialog yang mereka dengarkan.

Untuk mengetahui tanggapan/respon siswa atas pemutaran film bersubtitel dalam pembelajaran berbicara bahasa Inggris, peneliti memberikan kuesioner yang mencakup empat indikator. Indikator pertama adalah tentang penggunaan film bersubtitel. Hasil kuesioner menunjukkan hanya 30% dari siswa yang menyukai pembelajaran bahasa Inggris dengan menonton film bersubtitel. Hal ini serupa dengan antusiasme siswa yang merasa kurang mampu mengucapkan dialog sebagaimana diucapkan oleh pemain film. Pada hasil indikator kedua tentang motivasi ditemukan bahwa kepercayaan diri para siswa masih sangat rendah karena mereka belum mampu mengucapkan dialog seperti pemain yang ada pada film. Hal ini membuat mereka kurang aktif dalam mempraktekkan dialog. Hasil indikator yang ketiga menunjukkan rendahnya penguasaan kosakata, tata bahasa dan kelancaran berbicara. Hal ini menyebabkan mereka kurang mampu meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris. Indikator terakhir tentang pendapat para siswa mengenai film bersubtitel menunjukkan kemampuan berbicara mereka belum berkembang dengan baik ketika guru menggunakan film bersubtitel dalam KBM berbicara.

Berdasarkan hasil analisa pada siklus 1 dapat disimpulkan bahwa pemutaran film bersubtitel belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Peneliti kemudian merevisi siklus 1 dengan mencoba intensifitas penjelasan materi, latihan pengucapan dialog dan motivasi untuk bekerja kelompok.

b. Siklus 2

Siklus ke-2 dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 Januari 2015. Pada siklus ini guru memberikan penjelasan materi dengan lebih intensif. Ketika mereka menonton film dan membaca dialog, guru mendampingi mereka, memberikan waktu untuk mengucapkan dialog berulang-ulang dan memberikan koreksi atas kesalahan yang mereka buat. Guru juga memotivasi para siswa untuk bekerja secara kelompok dan saling membantu serta mengoreksi satu sama lain.

Motivasi siswa dalam berbicara bahasa Inggris melalui pemutaran film bersubtitel dilihat berdasarkan hasil kuesioner. Hasil penghitungan kuesioner ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 1            Tanggapan/respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran

  No.                      Pertanyaan       Prosentase Pencapaian (%)
          Siklus 1         Siklus 2
  SS*     S   TS   SS*    S   TS
    1 Siswa senang belajar bahasa Inggris 30 50 20 50 35 5
    2 Siswa antusias saat menonton film bersubtitel bahasa Inggris 35 65 75 25
   3 Siswa memahami film yang ditonton 40 60 10 90
   4 Subtitel mempermudah siswa belajar berbicara bahasa Inggris 25 60 15 15 80 5
   5 Subtitel membuat siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran berbicara 30 60 10 75 25
   6 Dengan menonton film bersubtitel bahasa Inggris siswa lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris 25 65 10 45 55
    7 Siswa semakin antusias belajar berbicara bahasa Inggris melalui film bersubtitel 35 55 10 55 45
    8 Kosakata siswa bertambah karena menonton film bersubtitel bahasa Inggris 30 50 20 40 60
    9 Pengucapan dan intonasi siswa dalam berbicara bahasa Inggris semakin meningkat setelah menonton film bersubtitel bahasa Inggris 60 40 5 90 5
   10 Tata bahasa Inggris siswa bertambah baik setelah menonton film bersubtitel bahasa Inggris 55 45 10 90
   11 Kemampuan berbicara siswa semakin lancar melalui pemutaran film bersubtitel bahasa Inggris 75 25 30 70
   12 Film bersubtitel bahasa Inggris dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa 55 45 40 60

                                                  *) SS: Sangat Setuju; S: Setuju; TS: Tidak Setuju.

Tabel diatas menunjukkan hasil kuesioner yang membuktikan bahwa adanya peningkatan respon siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui pemutaran film bersubtitel bahasa Inggris.

E. PENUTUP

a. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan peneliti bersama guru dapat disimpulkan bahwa pemutaran film bersubtitel bahasa Inggris bisa meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas IX jika guru memberi penjelasan yang lebih intensif, mendampingi para siswa pada saat mereka berdiskusi dan ketika berlatih mengucapkan dialog secara berulang-ulang.

b. Saran

Film bersubtitel bahasa Inggris merupakan tehnik yang efektif dan sesuai untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris karena bisa menstimulus dan memotivasi siswa untuk berbicara bahasa Inggris dengan menikmati kegiatan di kelas. Film bersubtitel bahasa Inggris juga meningkatkan kosakata dan kelancaran berbicara bahasa Inggris dengan pengucapan serta intonasi yang baik sehingga membangun kepercayaan diri siswa.

E. DAFTAR PUSTAKA

Blaz, D. 2001. A Collection of Performance Task and Rubrics: Foreign Language Larchmont: Eye on Education.

Burston, J. 2005. Video Dubbing Projects in the Foreign Language Curriculum. CALICO Journal. 23 (1) hal. 79-92

Cahyono, B.Y, & Widiati, U. 2011. The Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia. Malang: UM Press

Dewi, A. S. 2013. Using Animation Film to Enhance Students’ Speaking Skill. Language Edu. 2 (7): hal 1984-1990

http://www.britishcouncil.org/blog/how-can-film-help-you-teach-or-learn-english

http://www.ef.co.id.englishfirst/englishstudy/conversation/belajar-percakapan-bahasa-inggris-dan-terjemahan.aspx

Keith, J & Morrow, K. 1981. Communication in the Classroom: Application and Methods for a Communicacative Approach. Longman.

Latief, A. 2010. Tanya Jawab Metode Penelitian Pembelajaran Bahasa. Malang: UM Press

Lighthown, P. M. and Spada, N. 2001. How Language are Learned. Revised Edition. Oxford. Oxford University Press

Check Also

MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA DENGAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) STRATEGI MAHASISWA SEMESTER II PRODI BAHASA INGGRIS STKIP PGRI JOMBANG

Hartia Novianti, S.Pd.,M.Pd Dosen Prodi Bahasa Inggris STKIP PGRI Jombang Abstrak : Tujuan dari penelitian …

One comment

  1. This information is priceless. Where can I find out more?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!