Breaking News
Foto : Rian Adji Prasetya saat menerima penghargaan. (ist)
Foto : Rian Adji Prasetya saat menerima penghargaan. (ist)

Pendakwah Muda Asal Kota Santri

Reporter : fakhruddin

JOMBANG, MSP – Gelaran Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) X tingkat Nasional berlokasi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tepat hari Jumat (15/9) di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Presiden RI, Joko Widodo membuka acara yang diikuti oleh perwakilan seluruh provinsi di Indonesia.

Salah seorang perwakilan Jawa Timur pada cabang Ceramah Agama Islam Bahasa Indonesia pada tingkat Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA) berasal dari Kabupaten Jombang. Peserta lomba maksimal berusia 15 tahun dan sudah batas terakhir pada tingkat TQA.

Perwakilan Jawa Timur asal Kabupaten Jombang, Rian Adji Prasetya menjelaskan, “Ada 3 tingkatan lomba yang ditentukan usia peserta. Setiap tingkatan memiliki cabang perlombaan yang bermacam-macam juga. Pada tingkatan TQA ini ada 6 cabang yaitu, Tilawah Al Qur’an, Tahfidz Juz ‘Amma, Terjemah Lafdziyah, Kisah Islami, Kaligrafi dan Ceramah Agama Islam Bahasa Jawa.”

Terpilihnya Rian Adji Prasetya menjadi perwakilan dimulai sejak perlombaan ceramah antar kelas dalam acara peringatan tahun baru Islam. Setelah menjadi juara, Rian pun ditunjuk menjadi perwakilan pada tingkat kecamatan dan terus berlanjut hingga provinsi, sampai pada akhirnya diambil juara satu sebagai perwakilan pada tingkat Nasional.

“Mungkin karena kecerewetan saya, ketika diberi materi oleh guru dan dianggap mampu menyampaikan dengan baik menjadi alasan tersendiri supaya kecerewetan ini mengarah kepada hal yang positif,” tambah Rian sambil tertawa ketika ditemui di sekolahnya.

Peserta didik yang sedang duduk di bangku kelas 3 SMP Negeri III Jombang ini memang terkenal aktif saat kegiatan pembelajaran. Selain itu perawakan mudah bergaul sudah terlihat sejak pertama bertemu peserta didik asal Desa Kaliwungu ini, bahkan seperti berbicara dengan teman lama yang sudah sangat akrab. Tidak heran jika segala materi mampu disajikan dengan luwes sesuai isi dan tujuannya.

Selama mengikuti gelaran di Kalimantan Selatan, biaya akomodasi Rian semua ditanggung oleh pemerintah provinsi. Sekolah hanya mengeluarkan biaya akomodasi bagi pendamping selama berada di Banjarmasin.

Kesiswaan SMP Negeri III Jombang, Tri Bowo memaparkan, “Peserta didik satu ini sudah sering diundang ke berbagai acara syukuran di sekolah-sekolah, dengan tujuan untuk memotivasi peserta didik lain supaya bisa memiliki rasa percaya diri tinggi.

Aspek penilaian final FASI X pun meliputi banyak aspek, tidak terpaku pada poin percaya diri saja. Intonasi, kesesuaian dalil, isi, cara penyampaian dan interaksi kepada penonton menjadi poin-poin penting pada penilaian. Sudah biasa jika hanya mendengar tausiah dari ustadz atau pemangku agama lain, tetapi sebagai pendengar tidak bisa merasa terlibat dalam tausiah tersebut. Terpenting adalah bagaimana cara pendakwah untuk mengajak para penonton dan pendengar agar bisa masuk kedalam apa yang disampaikan.

Saat final, Rian terpilih dalam 10 besar. Sebenarnya 10 peserta tersebut sudah menjadi juara, tetapi diantara mereka juara 1,2 dan 3 harus tetap ditentukan oleh para juri yang berkompeten di bidangnya. Tidak disangka juga perwakilan Jawa Timur asal kota santri mampu mengungguli provinsi-provinsi lain yang notabennya berasal dari pondok pesantren terkemuka di Indonesia.

Latihan rutin yang dilakukan Rian selama persiapan mengikuti ajang bergengsi ini pun membuahkan hasil memuaskan. Dari 6 kali latihan bersama guru dalam dua minggu semakin menambah percaya diri dan kesiapan mental peserta didik yang akan genap berusia 15 tahun Oktober mendatang ini dalam menghadapi lawan-lawannya. Namun, banyaknya pesaing dari provinsi lain semakin menambah wawasannya dan menganggap mereka sebagai teman seperjuangan.

“Prestasi yang didapat kali ini sangat berkesan bagi sekolah, karena pada penyelenggaraan tahun sebelumnya selalu gugur pada tingkat provinsi. Kami harap akan muncul Rian baru pada sekolah ini, supaya motivasi menjadi pendakwah sangatlah minim dimiliki peserta didik,” ungkap Tri Bowo. Tiyas

Check Also

Foto : Ketua MKKS, Karyono, S.Pd, M.Si. (fakhruddin)

Perpres PPK Redam 5 Hari Sekolah

Reporter : fakhruddin TEMBELANG, MSP – Menengok beberapa bulan lalu, dunia pendidikan dikejutkan oleh keputusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!