PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA KELAS IXB SMPN I WONOSALAM TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR SERI

Suud

SMP Negeri 1 Wonosalam

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IXB SMPN I Wonosalam tahun pelajaran 2014/2015 dalam menulis teks prosedur dengan menggunakan media gambar seri. Penelitiaan ini dilaksanakan dalam 2 siklus, dengan langkah-langkah sebagai berikut: perencanaan, implementasi, observasi dan refleksi. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan yang diawali dengan penelitian pendahuluan sebelum siklus I. Instrumen pengumpulan data penelitian terdiri dari kuesioner, catatan lapangan, observation sheet, dan tes essay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media gambar seri telah terbukti dapat.meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur siswa serta membuat siswa lebih partisipatif dalam proses pembelajaran.

Kata-kata Kunci: gambar seri, kemampuan menulis, teks prosedur

Abstract: This study aims to improve the ability of students in grade IXB SMP I Wonosalam 2014/2015 in academic year in the writing text using the procedure with the media picture series. This research design is class action reserach conducted in two cycles, with the following steps: planning, implementation, observation and reflection. Each cycle consists of 2 meeting that begins with preliminary research before I. cycle research data collection instrument consisted of questionnaires, field notes, observation sheet, and essay tests. The results show that media of picture series has proven students’ skills in writing in procedure texts and makes students more motivated in participating in the learning process.

KeyWords: picture series, the ability to write, text procedure

A. PENAHULUAN

Menulis dikategorikan sebagai kemampuan produktif (Abbott, dkk, 1981:143). Ini dikatakan begitu karena ada proses menciptakan sesuatu. Menulis adalah hasil dari pengorganisasian pikiran yang diwujudkan dalam bentuk tulisan. Ini berbeda dengan membaca dan mendengar dimana seseorang hanya menerima informasi. Menulis adalah salah satu dari empat ketrampilan bahasa yang memainkan peranan penting dalam pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia (Hyland, 2003:39). Karena dianggap penting maka pembelajaran Bahasa Inggris SMP baik kelas 7, 8, dan 9, pembelajaran menulis (writing) merupakan salah satu kompetensi yang harus diajarkan pada siswa.

Menulis digolongkan sebagai ketrampilan yang paling sulit bagi pembelajar bahasa asing, karena dalam menulis membutuhkan komponen untuk dipertimbangkan ketika seorang menulis, yaitu isi, pengorganisasian, kosa kata, penggunaan bahasa dan tanda baca (Brown, 2004:244–245). Berdasarkan catatan lapangan selama proses kegiatan belajar dalam studi pendahuluan ini menunjukan ada beberapa masalah, diantaranya adalah 1) Siswa merasa kesulitan dalam membuat teks prosedur dan beberapa siswa belum selesai dalam membuat teks tersebut.2) Siswa kesulitan dalam pemilihan kosa kata dan penggunaan grammar ,3) Siswa kesulitan dalam pengorganisasian teks. 4) Partisipasi siswa rendah hal ini ditunjukkan dengan sedikitnya siswa yang ikut memberikan respon ketika guru mengajak secara bersama-sama menulis teks prosedur di depan kelas

Pada kenyataanya siswa kelas IX B SMPN I Wonosalam mempunyai masalah dalam menulis teks prosedur yang sedang dibahas pada semester ini. Mereka mempunyai kesulitan dalam berbagai hal diantaranya adalah membuat Isi, mengorganisasikan, pemilihan dan penggunaan kosakata dan penggunaan gramatika. Ini dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas yang mereka capai yaitu, 58,7 berada dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal KD 6.1 yang seharusnya dicapai yaitu 75 pada penelitian pendahuluan . Ini membuktikan bahwa kemampuan menulis siswa sangat kurang dan perlu ditingkatkan. Hal ini disebabkan oleh partisipasi yang rendah berdasarkan penelitian pendahuluan yang berupa kuesioner dengan prosentase 55% dan observation sheet dengan prosentase 12%.

Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti berusaha untuk menemukan strategi yang sesuai untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan menulis dan memotivasi mereka untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran kelas menulis. Brown (2001:340) menyarankan bahwa guru sebagai fasilitator yang membimbing atau mengarahkan siswa dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan mampu untuk memotivasi siswa. Oleh karena itu guru harus kreatif dan selektif dalam menyusun media. Karena dengan media dapat meningkatkan dan mendukung guru dalam proses kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Akan tetapi media yang baik harus memenuhi syarat diantaranya adalah mudah untuk disiapkan dan digunakan serta media tersebut harus menarik dan dapat meningkatkan serta memadai bahasa (Wright, 1992). Sehingga kita sebagai guru harus mampu untuk memilih media yang sesauai dan memenuhi persyaratan tersebut .

Menurut Sulistyani (2014:93) Gambar media adalah dapat membantu proses pengajaran. Gambar dapat merangsang siswa dalam mengembangkan ketrampilan menulis. Gambar dapat memfokuskan perhatian siswa untuk menulis. Siswa dapat melihat orang, tempat dan segala sesuatu dari pengalaman mereka. Gambar dapat menerangkan foto di masa yang lalu dan di masa yang akan. Sehubung dengan hal itu maka gambar dapat digunakan sebagai media untuk membantu menulis teks pada penelitian ini. Dan perlu sekali dipertimbangkan untuk memilih jenis gambar apa yang sesuai dengan teks yang akan disusun.

Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Irawati (2014) dengan judul Upaya peningkatan kemampuan menulis teks recount dengan menggunakan gambar seri kelas VIII SMPN I Wonosalam, dengan hasil bahwa gambar seri mampu meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam menulis teks recount. Dari penelitian tersebut maka peneliti berkeyakinan bahwa strategi dengan menggunakan media gambar seri juga mampu untuk meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur siswa IXB SMP Negeri I Wonosalam tahun pelajaran 2014/2015.

B. LANDASAN TEORI

Menulis adalah proses menuangkan ide, pikiran dan menyampaikan kepada khalayak. Menulis merupakan upaya untuk mewariskan ide atau gagasan kepada generasi selanjutnya agar ide itu terpelihara dan tetap hidup (Kartono, 2009:17) Jadi menulis adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan buah pikirannya melalui bahasa tulis untuk dibaca dan dimengerti oleh orang lain.

Oshima and Hogue (1997: 2) menyatakan bahwa menulis adalah belajar dan melatih mengembangkan kemampuan, baik penutur asli maupun orang yang baru belajar bahasa Inggris. Menulis adalah aktifitas yang progresif. Ini artinya bahwa ketika pembelajar untuk pertama kali menulis sesuatu, ia akan berpikir tentang apa yang akan ia katakan dan bagaimana mereka akan mengatakannya. Kemudian setelah selesai menulis, mereka membaca yang mereka tulis dan membuat perubahan dan koreksi. Oleh karena itu dapat dikatakan menulis adalah proses dengan banyak langkah, bukan hanya satu. Banyak siswa mengatakan, menulis adalah skill yang sulit, tapi sesungguhnya akan menjadi kegiatan yang mudah dan menyenangkan jika mereka mendapatkan teknik pengajaran yang menarik, metode yang cocok serta media yang sesuai.

Menurut Wright (1992:2) gambar sebagai media bukan hanya sebagai aspek akan tetapi lebih sebagai gambaran atau perwujudan dari obyek, tempat dan orang dimana mereka merupakan bagian penting dari keseluruhan kejadian. Berdasarkan hal tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dengan gambar akan mempermudah siswa untuk memunculkan gagasan berdasarkan konteks pengalaman mereka. Sehingga gambar bisa digunakan sebagai salah satu media untuk mempermudah pengajaran.

Dalam halam hal pengajaran menulis teks prosedur ini media yang bisa digunakan adalah gambar seri. Gambar seri dapat digunakan sebagai media pembelajara untuk mengajarkan menulis dan berbicara, media ini biasa dimanfaatkan untuk mengajarkan teks recount, narasi dan prosedur dan jenis teks lain yang menggambarkan urutan suatu kejadian (Kumalarini, 2011: 31). Jadi gambar seri merupakan gambar yang menunjukkan urutan kejadian dari suatu kegiatan yang dapat digunakan yang dapat digunakan untuk mempermudah pengajaran bahasa Inggris terutama dalam teks narrative, recount dan procedure. Sedangkan dalam penelitian ini fokus pada penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur.

Adapun langkah-langkah pengajaran menulis teks prosedur dengan menggunakan gambar seri yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1) Membangun pengetahuan siswa (BKOF), 2). Menanyakan kepada siswa tentang pengalamannya dalam membuat teks prosedur. Kemudian memberikan model teks (MOT) dimana siswa diajak secara bersama-sama dengan gambar seri untuk menulis teks prosedur mulai dari topik, goal, material dan langkah-langkah. 3). Selanjutnya siswa membuat secara kelompok kemudian siswa mempresentasikan tulisannya (JCOT). 4) Dan yang terakhir guru memberikan tugas individu untuk menyusun teks prosedur dengan berdasar gambar seri (ICOT)

C. METODE PENELITIAN

Racangan penelitian ini adalah penelitian tindakan yang dilaksanakan untuk memahami, mengevaluasi kemudian memodifikasi agar supaya program pendidikan meningkat (Bassey, 1988 cited in Koshy, 2005:8). Penelitian ini difokuskan pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Penelitian tindakan yang berhasil melibatkan kolaborasi (Fang, 2007). Artinya kita membutuhkan berkolaborasi dengan guru lain dalam melaksanakan penelitian.

Lokasi penelitian ini adalah SMPN I Wonosalam Jombang, yang berada di Jl. Anjasmoro Wonosalam Jombang. Sekolah ini terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas 7,8 dan 9 . Setiap kelas terdiri dari 6 rombongan belajar. Jadi keseluruhan ada 18 rombongan belajar. Jumlah siswa setiap kelas bervariasi, antara 30 sampai dengan 36 siswa. Keseluruhan siswa 592. Kelas 7 terdiri dari 192 siswa, kelas 8 berjumlah 210 siswa dan kelas 9 berjumlah 190 siswa.

Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IXB yang berjumlah 32 siswa yang yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Di SMPN I Wonosalam semua kelas mempunyai tingkat homogenitas yang sama, dikarenakan ketika membagi kelas, setiap kelas dibagi dengan pemerataan rangking siswa, rata pada setiap kelas. Sehingga pemilihan subyek kelas apapun akan berimplikasi sama.

Peneliti menggunakan model penelitian tindakan kelas sebagaimana proses siklus yang digunakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.

Perencanaan berfokus pada bagaimana merancang strategi belajar mengajar untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam kelas Perencanaan dilakukan secara hati-hati sebelum melakukan kegiatan. Dalam penelitian ini perencanaan kegiatan terdiri dari: (a) Strategi pembelajaran (b) Rencana pelaksanaan pembelajaran (c) kriteria keberhasilan. Kriteria kesuksesan dilaksanakan untuk memperjelas apakah pelaksanaan pembelajaran dengan media gambar seri dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penelitian ini dianggap berhasil jika memenuhi tiga kriteria. Pertama, data diambil dari nilai rata-rata siswa pada akhir siklus. Dari rata-rata nilai di akhir siklus dibandingkan dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) Pelajaran Bahasa Inggris kelas IX KD.1.6 yaitu 75, dan secara klasikal sudah memenuhi 85% di atas KKM maka strategi pembelajaran dengan media gambar seri dianggap berhasil. Kriteria kedua, partisispasi siswa dari kuesioner ada akhir siklus setelah mendapat perlakuan yaitu menggunakan media gambar seri, apakah sudah meningkat 15 % , maka dianggap berhasil. Analisis data yang dilakukan adalah untuk memperoleh gambaran besarnya partisipasi siswa dalam penelitian tindakan ini dilakukan dengan: memberi skor pada jawaban masing-masing siswa dengan rentang skor terendah 0 dan tertinggi 1. Kriteria ketiga untuk partisipasi siswa yang diukur dengan observation sheet, yaitu kita asumsikan jika poin peningkatan partisipasi siswa mencapai 15 % maka dianggap berhasil. Adapun prosentase partisipasi diambil dari jumlah siswa yang berpartisipasi dibagi jumlah seluruh siswa dikalikan 100%.

Dalam pelaksanaan penelitian tindakan ini peneliti dibantu oleh kolaborator. Peneliti bertindak sebagai guru yang mengajar siswa dengan menggunakan gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur teks. Kolaborator bertindak merekam semua kegiatan yang terjadi selama proses tindakan berlangsung. Tahap pelaksanaan siklus I dibagi menjadi dua pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2014. Pada pertemuan ini diberikan materi kepada siswa dan disajikan gambar seri kemudian bersama dengan siswa menentukan topik, bahan, alat dan langkah-langkah teks prosedur, pertemuan kedua tanggal 23 Oktober 2014, siswa diberikan sebuah gambar seri, kemudian secara kelompok menulis teks prosedur, dan selanjutnya secara individu menulis teks prosedur. Tahap pelaksanaan siklus II dibagi menjadi dua pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2014. Pada pertemuan ini diberikan materi kepada siswa dan disajikan gambar seri dengan materi yang sama yaitu how to make meals dengan sub yang berbeda , yaitu jika pada siklus I how to make fruit rujak maka pada siklus ke II adalah how to make boiling noodle. Kemudian bersama dengan siswa menentukan topik, bahan, alat dan langkah-langkah teks prosedur, pertemuan kedua tanggal 19 Desember 2014, siswa diberikan sebuah gambar seri, kemudian secara kelompok menulis teks prosedur, dan selanjutnya secara individu menulis teks prosedur.

Pada tahap observasi, dilakukan pengumpulan data sebagai hasil dari strategi atau media. Dimana dilaksanakan proses perekaman dan pengumpulan data yang terjadi selama proses pelaksanaan berlangsung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, catatan lapangan, observation sheet dan test essay membuat teks prosedur.

Pada kegiatan refleksi semua data dari kegiatan dianalisa untuk mengetahui apakah tindakan itu berhasil atau tidak dengan membandingkan hasil observasi dengan kriteria kesuksesan. Hasil dari refleksi ini akan menjadi standar untuk menentukan langkah berikutnya sampai tujuan penelitian tercapai. Jika hasil refleksi ini belum berhasil maka peneliti harus membuat rancangan untuk siklus berikutnya, Jika tindakan ini berhasil maka siklus ini dianggap selesai. Maka perlu diambil kesimpulan dan laporan

D. HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Temuan Penelitian Siklus I

Pada bagian ini menyajikan hasil temuan pada siklus I. Ini meliputi hasil nilai belajar menulis teks prosedur, hasil observasi partisipasi siswa selama 2 pertemuan, hasil kuesioner siswa yang berisi partisipasi siswa selama kegiatan proses belajar mengajar serta catatan lapangan yang dilakukan oleh observer.

Berdasarkan hasil evaluasi setelah tindakan siklus I, ada peningkatan rata-rata skor dibanding skor sebelumnya pada penelitian pendahuluan. Rata-rata skor nilai hasil belajar menulis teks prosedur pada penelitian pendahuluan adalah 58,7, sedangkan skor rata-rata setelah tindakan pada siklus I yaitu 74,1. Pada siklus I jika dibandingkan dengan studi pendahuluan, mengalami peningkatan, akan tetapi jika dibandingkan dengan kriteria kesuksesan berupa kriteria ketuntasan minimal pada KD 6.1. yaitu 75 maka rata-rata hasil belajar pada siklus I belum memenuhi kriteria kesuksesan. Begitu juga jika dibandingkan dengan kriteria ketuntasan secara klasikal, yaitu 85% siswa

Hasil dari observasi partisipasi siswa, observer mencatat selama proses pengajaran menulis teks prosedur siklus I siswa cukup antusias dalam membuat teks prosedur. Pada penelitian pendahuluan rata-rata siswa yang aktif ikut berpartisipasi adalah 12%. Dan mengalami peningkatan menjadi 43%. Tingkat pencapaiannya 31%, artinya peningkatan tersebut sudah memenuhi kriteria kesuksesan yaitu 15% peningkatannya. Sedangkan berdasarkan kuesioner partisipasi siswa dimana siswa menilai partisipasi mereka sendiri menunjukkan bahwa pada penelitian pendahuluan 55% siswa berpartisipasi dalam pembuatan teks prosedur selama proses pengajaran, sedangkan pada siklus 1, 86% siswa berpartisipasi. Artinya sudah memenuhi criteria kesuksesan yaitu gain achievement 15%.

Sedangkan catatan lapangan yang diberikan oleh observer menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran sudah cukup baik, baik dari segi kegiatan awal, inti, materi, pengelolaan sumber belajar, strategi pembelajaran, kegiatan penutup penguatan maupun evaluasi. Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari catatan tersebut adalah guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya sedangkan beberapa siswa kelihatan bingung mencari arti bahasa Inggris dari gambar dengan bertanya kepada temannya .

Ada beberapa aspek yang mempengaruhi siswa dalam pengerjaan menulis teks prosedur pada siklus I. Beberapa siswa kurang mempunyai kosa kata yang mendukung dalam pembuatan teks prosedur tersebut. Sehingga ketika mengerjakan tes essay mereka kesulitan terutama dalam penggunaan kosa kata bahasa Inggris yang mereka belum mengenal sebelumnya. Dikarenakan dalam pengerjaan tes essay tersebut siswa dilarang membuka kamus. Guru menganggap siswa sudah menguasai kosa kata yang akan digunakan dalam membuat teks prosedur tersebut yaitu How to make fruits rujak, karena mereka sebelumnya secara bersama-sama sudah membuata teks prosedur dengan judul how to make fried rice. Akan tetapi pada kenyatanya siswa masih banyak kesalahan diantaranya adalah penulisan ejaan, kosa kata masih ditulis dalam bahasa Indonesia dan kata benda dijadikan sebagai action verb. Sehubungan dengan hal tersebut, maka sebagai revisi, pada siklus berikutnya, siswa diberikan keleluasaan untuk membuka kamus dalam pengerjaan tes essay, dengan sebelumnya diberikan penjelasan tentang penggunaan kosa kata yang tepat.

Disamping itu terdapat catatan dari catatan lapangan bahwa guru kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Dari hal tersebut di atas akan dijadikan dasar untuk merevisi RPP pada siklus I untuk dijadikan RPP pada siklus II, yaitu dengan memberi kesempat lebih banyak kepada siswa pada pembelajaran untuk bertanya sehingga terjadi komunikasi dua arah. Pada kegiatan siklus I, pembagian kelompok berdasarkan bangku 4-4 sehingga keaktifan siswa tidak merata dan siswa merasa tidak adil, oleh karena itu pembagian kelompok pada siklus II diacak menurut urutan bangku, siswa diminta untuk mengucapkan 1-8. Siswa yang mempunyai nomor urutan yang sama menjadi satu group.

b. Temuan Penelitian Siklus II

Berdasarkan hasil evaluasi setelah tindakan siklus II, ada peningkatan rata-rata skor dibanding skor sebelumnya pada siklus I. Rata-rata skor nilai hasil belajar menulis teks prosedur pada siklus I adalah 74.1, sedangkan skor rata-rata setelah tindakan pada siklus II yaitu 77.3. Pada siklus II jika dibandingkan dengan siklus I, mengalami peningkatan, dan jika dibandingkan dengan kriteria kesuksesan berupa kriteria ketuntasan minimal pada KD 6.1. yaitu 75 maka rata-rata hasil belajar pada siklus II sudah memenuhi kriteria kesuksesan. Begitu juga jika dibandingkan dengan kriteria ketuntasan secara klasikal, yaitu 85%

Hasil dari observation sheet partisipasi siswa, observer mencatat selama proses pengajaran menulis teks prosedur siklus II siswa cukup antusias dalam membuat teks prosedur. Pada penelitian pendahuluan rata-rata siswa yang aktif ikut berpartisipasi adalah 12%, mengalami peningkatan menjadi 43%. Pada siklus I dan meningkat menjadi 65%. Tingkat pencapaiannya dari penelitian pendahuluan ke siklus II mencapai 53%, artinya peningkatan tersebut sudah memenuhi kriteria kesuksesan yaitu 15% peningkatannya. Sedangkan berdasarkan kuesioner partisipasi siswa dimana siswa menilai partisipasi mereka sendiri menunjukkan bahwa pada penelitian pendahuluan 55% siswa berpartisipasi dalam pembuatan teks prosedur selama proses pengajaran, sedangkan pada siklus 1, 86% siswa berpartisipasi. Dan pada siklus II menunjukkan bahwa 92% siswa aktif ikut berpartisipasi.

c. Pembahasan

Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis telah meningkat secara signifikan. Ini dapat diuji dengan hasil tes berupa teks essay berbentuk prosedur yang dievaluasi dengan Analytical Scoring Rubric yang diadaptasi dari Cohen (1994: 328-329). Pada penelitian pendahuluan rata-rata hasil belajar siswa 58,7. Pada siklus I rata-rata hasil belajar adalah 74,1 berada di bawah kriteria kesuksesan KKM Kd 6.1 yaitu 75. Pada siklus kedua nilai hasil belajar diatas kriteria kesuksesan yaitu 77,3.

Karena nilai hasil belajar telah memenuhi kriteria kesuksesan, dengan mencapai peningkatan yang signifikan, atau di atas KKM KD 6.1 yaitu 75, maupun ketuntasan secara klasikal di atas 85% maka pada siklus kedua ini dianggap penelitian telah berhasil.

Sehubungan dengan partisispasi siswa dalam proses menulis, hasil dari observation sheet oleh observer yang dilaksanakan dengan media gambar seri pada siklus kedua menunjukkan peningkatan yang signifikan dan memenuhi kriteria kesuksesan yaitu gain achievement 15% dibanding dengan penelitian pendahuluan. Pada penelitian pendahuluan 12% meningkat menjadi 43% pada siklus I dan menjadi 65% pada siklus kedua.

Begitu juga dengan partisispasi siswa dalam proses menulis, hasil dari kuesioner yang diisi oleh siswa yang dilaksanakan dengan media gambar seri pada siklus kedua menunjukkan peningkatan yang signifikan dan memenuhi kriteria kesuksesan yaitu gain achievement 15% dibanding dengan penelitian pendahuluan Pada penelitian pendahuluan 55% meningkat menjadi 86 pada siklus I dan meningkat menjadi 92% pada siklus kedua.

D. KESIMPULAN DAN SARAN

a. Kesimpulan

Mengacu pada temuan selama pelaksanaan pengajaran dengan menggunakan media gambar seri dalam dua siklus, ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan media gambar seri sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa SMP Negeri I Wonosalam kelas IXB tahun pelajaran 2014/2015. Adapun langkah pelaksanaan pengajaran adalah melalui langkah-langkah sebagai berikut : (1)Menghubungkan materi yang akan diajarkan dengan materi yang relevan yang telah diajarkan. (2) Membagikan gambar dan mempresentasikan gambar, (3) Berdasar gambar siswa diajak untuk berpartisipasi menentukan topik, bahan ,alat, temporal conjunction, action verb, imperative, (4) Secara bersama menbuat teks prosedur utuh dengan langkah-langkahnya, (5) Dengan kelompok 4-4 siswa diminta membuat teks prosedur berdasarkan gambar (6) pembahasan hasil teks (7) Secara individu siswa diminta membuat teks prosedur berdasarkan gambar (sebagai test akhir).

Penggunaan media gambar seri telah membuktikan mampu untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis teks prosedur, yaitu pada penelitian pendahuluan diperoleh rata-rata skor 58,7, meningkat menjadi 74,1 pada siklus I dan meningkat menjadi 77,3 pada siklus II. Dan secara klasikal pada siklus II siswa yang tuntas adalah 88%. Hal ini membuktikan pada siklus II sudah memenuhi kriteria kesuksesan KKM KD 6.1. 75 dan kriteria ketuntasan secara klasikal 85%.

Sehubungan dengan partisipasi siswa, penggunaan media ini meningkatkan partisipasi siswa dalam menulis teks prosedur. Baik berdasar observation sheet maupun kuesioner.

Penggunaan media gambar seri ini mempunyai beberapa keunggulan dalam pengajaran menulis teks prosedur yaitu memudahkan siswa dalam membuat isi, pengorgansasian, penggunaan kosa kata maupun gramatika. Membuat siswa lebih partisipatif dalam proses pembelajaran, dan menjadikan pengajaran berjalan dua arah, bukan hanya guru yang aktif tetapi kedua-duanya bisa aktif.

b. Saran

Dari hasil temuan terhadap implementasi tindakan penelitian yang telah dilakukan, berikut ini disampaikan beberapa saran yang ditujukan kepada peneliti berikutnya , bagi guru yang mempunyai permasalahan yang sama dengan guru SMP Negeri I Wonosalam disarankan untuk menggunakan media gambar seri untuk meningkatkan hasil belajar menulis teks prosedur maupun meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas. Dan yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan harus memperhatikan aspek berikut 1) RPP harus disusun terlebih dengan sebagik-baiknya, 2) Gambar harus disiapkan, 3) Lembar kerja dibuat dengan baik, 4) Siswa dikelompokkan secara heterogen. Dengan harapan jika terpenuhi aspek tersebut, hasil yang diharapkan dapat tercapai.

Bagi peneliti berikutnya diharapkan dapat mengaplikasikan penggunaan media gambar seri dengan genre yang berbeda misalkan deskriptive, narrative maupun recount. Atau menggunakan gambar seri dengan modifikasi yang lebih menarik dan lebih unik.

E. DAFTAR PUSTAKA

Abbot, Gery, John Greenwood, Douglas McKeating and Peter Wingard. 1981. The Teaching of English as an International Language: Practical Guide. London: William Collins Son and Co Ltd.

Brown, H. Douglas. 2001. Teaching by Principle: An Interactive Approach to Language Pedagogy, 2ndEd. New York: Addison Wesley Longman, Inc.

Brown, H. D. 2004. Language Assessment: Principles and Language Classroom Practices. White Plains, NY: Pearson Education.

Fang, Q. 2007. Classroom Research and Action Research: Principles and Practice in EFL Classroom. (Online), Vol 5, No 1, (http://www.linguist.org.cn/doc/uc200701/uc20070109.pdf, accessed on April 28, 2008)

Hyland, K. 2003. Second Language Writing. Cambridge: Cambridge University Press.

Irawati. 2014.The Use of Pictures Series to Improve Students Ability in Writing Recount Text at The Eight Grade Of SMPN 1 Wonosalam. Unpublished Thesis. Jombang. STKIP PGRI Jombang.

Kartono, St. 2009. Menulis Tanpa Rasa Takut Membaca Realitas dengan Kritis. Yogyakarta. Kanisius.

Koshy, V. 2005. Action Research for Improving Practice: A Practical Guide. London: Paul Chapman Publishing.

Kumalarini dan Pusparini. 2011. Pengembangan Silabus dan RPP Bahasa Inggris. Surabaya. Unesa.

Oshima, 2007. Introduction to Academic English (3rdEd). New York: Pearson Education, Inc.

Sulistyani, Ninik.2014.Using Picture to Improving Writing Skill on Description Text at the Sevent Grade Students of SMP 3 Ngawi on Academic Year 2010/2011. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran. Vol II No 1 Feb. 2014 (91-107).

Wright, A. 1992. Pictures for Language Learning. New York: Cambridge University Press.

Check Also

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUNTING KARANGAN DENGAN METODE SNOWBALL THROWING SISWA KELAS IX-B SMPN 1 MOJOWARNO TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015

Sunarti SMP Negeri 1 Mojowarno Abstrak: Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan karena belum optimalnya hasil …

14 comments

  1. Wow that was odd. I just wrote an extremely long comment but after I
    clicked submit my comment didn’t show up. Grrrr… well I’m
    not writing all that over again. Anyway, just wanted too say wonderful blog!

  2. Hey, yoou used to write wonderful, but the last several posts
    have been kinxa boring� I miss your great writings.
    Past feew posts are just a little out off track!
    come on!

  3. I would like to thank you for the efforts you’veput in wriring this site.
    I am hoping to see the same high-grade content by you
    later on aas well. In fact, your creative writing abilities has
    motivated mme to get my very own webxite now 😉

  4. What’s up, I wish for to subscribe for this weblog to
    take most recent updates, therefopre wwhere can i do it please
    assist.

  5. With havin so much content do you ever run into
    any issues of plagorism orr coopyright violation? My website has a lot of
    completely unique content I’ve either authopred myself or outsourced but it looks like a
    lot of it is popping it up all oveer the web without
    my agreement. Do you know any methods tto help
    stp content from besing ripped off? I’d truly appreciate
    it.

  6. We are a group of volunteers and opening a new scheme in our community.
    Youur web site orfered us with valuable info to work on. You’ve done an impressive job and our entire community will be thankful
    to you.

  7. I for all time emailed this blog post page to all
    myy associates, for the reason that if like to read it after that my links will too.

  8. This blog was… how do I say it? Relevant!!
    Finally I’ve found something that helped me. Kudos!

  9. Hi there, I enjoy reading through your article post.

    I likle to write a little comment to support you.

  10. This info is priceless. Where caan I find out more?

  11. I know this web page gives quality based posts and extra stuff,
    is there any other site which provides these kinds of things in quality?

  12. Does your site have a contact page? I’m having a tough time locating it but,
    I’d like to shoot you an e-mail. I’ve got some suggestions for yyour blog you might be interesyed in hearing.
    Either way, great blog and I look forward to seeijng it improve over time.

  13. You can certainly see your enthusiasm within thhe work you write.
    The worlkd hopes for even more passionate writers like you who are not afrad
    to say how they believe. At all times go after your heart.

  14. Thanks for sharing your info. I truly alpreciate your
    efforts and I wilpl be waiting for your next post thanks once
    again.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!