Foto : Contoh blangko pengisian ijazah terdapat nomor-nomor point yang harus diperhatikan. (adit)
Foto : Contoh blangko pengisian ijazah terdapat nomor-nomor point yang harus diperhatikan. (adit)

Penulisan Ijazah Harus Teliti

Reporter : aditya eko

JOMBANG, MSP – Dijelaskan dalam Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 018/h/ep/2017 tentang bentuk, spesifikasi, pencetakan/penggandaan, pendistribusian, dan pengisian blangko ijazah pada satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah tahun pelajaran 2016/2017 bahwa penulisan ijazah menjadi tanggung jawab sekolah melalui panitia penulisan ijazah. Dalam peraturan tersebut juga disebutkan bahwa penulisan ijazah dilakukan menggunakan tulisan tangan dengan huruf yang benar, rapi, jelas dan bersih serta mudah dibaca.

Dengan menggunakan sistem itu tentunya akan muncul kesalahan dalam penulisan ijazah seperti kesalahan menulis huruf atau angka. Kesalahan tersebut dapat dialami oleh siapa saja meskipun sudah berusaha seteliti mungkin dalam mengisi blangko ijazah. Namun tidak perlu khawatir, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan kesalahan dalam penulisan ijazah.

Dalam sosialisasi penulisan ijazah jenjang SMP yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMP, Agus Suryo Handoko, S.Pd, MM.Pd menjelaskan bila terjadi kesalahan penulisan ijazah, tidak boleh dihapus dengan tip-ex atau dicoret, akan tetapi harus diganti dengan blangko ijazah yang baru. Ijazah yang mengalami kesalahan penulisan harus disilang dengan tinta warna hitam pada kedua sudut yang berlawanan baik pada halaman muka maupun halaman belakang blangko ijazah.

“Ijazah yang salah dalam pengisiannya harus dilaporkan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota dengan mencantumkan nomor seri ijazah yang salah tersebut. Ijazah yang salah dalam penulisannya harus dimusnahkan dengan disertai berita acara pemusnahan ijazah yang ditandangani oleh kepala sekolah dan disaksikan oleh pihak kepolisian. Jika terjadi kesalahan penulisan ijazah setelah pemusnahan blangko ijazah salah dan tidak terpakai, maka sekolah dapat mengeluarkan ralat berupa surat keterangan yang menyatakan terjadi kesalahan dalam pengisian ijazah. Surat keterangan di tandatangai oleh kepala sekolah,” papar Agus Suryo.

Meskipun seperti itu, Agus Suryo menghimbau kepada semua penulis ijazah harus benar-benar teliti dalam menulis di setiap point blangko ijazah, dikarenakan blangko setiap sekolah sesuai dengan jumlah peserta didik. Seperti dalam penulisan nama, harus diperkirakan dahulu panjang-pendek serta jaraknya agar nanti dalam penulisan tidak berlebih.

Penulisan nama pemilik ijazah juga harus menggunkan huruf kapital. Selain itu, penulisan ijazah harus sama dengan ijazah dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya. Jika dalam pengisiannya terdapat keinginan untuk mengganti nama orang tua atau yang lain pada jenjang SMP maka harus diubah dahulu pada ijazah di jenjang SD atau di bawahnya.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini ijazah diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan dan ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan yang bersangkutan. Pada angka 11 dan 12 (contoh blangko ijazah) terdapat dua sekolah yang harus diisi yaitu sekolah penyelenggara Ujian Sekolah dan sekolah penyelanggara Ujian Nasional,” tambanya.

Terdapat tiga jenis ijazah yaitu ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006, menggunakan Kurikulum 2013 dan satuan pendidikan kerjasama (SPK). Perbedaan tersebut terletak pada daftar nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka.

Agus Suryo dalam rapatnya menjelaskan, “Bagi kepala sekolah yang mutasi atau pensiun setelah tanggal 2 Juni 2017, tetap menandatangani ijazah pada sekolah asal sebelum dia mutasi atau pensiun.”

Selain itu, Agus Suryo juga kembali mengingatkan kepada seluruh sekolah di Kabupaten Jombang agar tidak menahan ijazah peserta didiknya meski dengan alasan belum melunasi iuran sekolah. Menurutnya, tidak ada alasan pihak sekolah menahan ijazah yang menjadi hak setiap peserta didik apabila telah menyelesaikan dan dinyatakan lulus sekolah. Tiyas

Check Also

Foto : Semangat Perwakilan Jombang untuk FLS2N SMP Provinsi 2017. (chicilia)

Jombang Siap FLS2N Nasional 2017

Reporter : chicilia risca JOMBANG, MSP – Mewakili Kabupaten Jombang dibidang Festival Lomba Seni Siswa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!