Lokasi Air Terjun Sanggar. (aditya)
Lokasi Air Terjun Sanggar. (aditya)

Perjalanan Panjang Menuju Air Terjun Sanggar

Reporter : aditya eko

WONOSALAM, MSP – Halo travelers… jumpa lagi bersama kami di edisi kali ini. Semoga kesehatan selalu hinggap di tubuh kita semua. Dengan tubuh sehat maka kita akan selalu bersemangat dalam melaksanakan aktifitas. Apalagi untuk melakukan jalan-jalan wisata, tentunya kesehatan adalah hal utama yang harus kita jaga.

Pada edisi kali ini, kami akan mengajak para travelers semua kembali menikmati keindahan alam yang disuguhkan langsung oleh daerah Jombang bagian Tenggara. Yaitu lebih tepatnya di Desa Jarak yang berada di Kecamatan Wonosalam. Secara geografis letak Desa Jarak ini berbatasan dengan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri dan Kecamatan Kesambon Kabupaten Malang.

Jalan setapak yang harus dilewati. (aditya)
Jalan setapak yang harus dilewati. (aditya)

Jika dari titik nol kilometer Kabupaten Jombang (Ringin Contong) menempuh lebih kurang 39,0 kilometer. Dengan mengambil rute Jombang ikuti petunjuk ke Mojoagung, sampai di pertigaan Mojoagung belok kanan ikuti petunjuk ke Wonosalam, sampai di perempatan pasar Wonosalam belok kanan dan ikuti terus petunjuk ke Kandangan dan sampai ke Desa Jarak.

Di Desa Jarak ini terdapat satu Air Terjun (Grojokan) yang sayang jika dilewatkan. Namanya Air Terjun Sanggar yang terletak di Dusun Sanggar Desa Jarak. Menurut cerita dari teman kami, Air Terjun ini merupakan tempat wisata yang masih alami dan belum banyak wisatawan tahu akan tempat ini.

Setelah lihat beberapa foto yang sudah terunggah di beberapa sosial media, kami bersama teman-teman memutuskan akan mencoba berkunjung ke Air Terjun tersebut. Dibeberapa sosial media mengatakan bahwa jarak dari penitipan kendaraan sampai lokasi Air Terjun Sanggar membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Oleh karena itu kami pun menyiapkan bekal yang cukup seperti persediaan air minum.

Supaya tidak terdahului oleh teriknya matahari, kami memutuskan berangkat pagi-pagi buta. Karena perjalanan ke Desa Jarak dari tempat kami membutuhkan waktu lebih kurang satu jam tiga puluh menit. Belum nanti menuju lokasi Air Terjunnya yang lumayan agak jauh.

Tidak sulit untuk menemukan lokasi ini, namun jika baru pertama kali mungkin agak sedikit bingung. Tetapi jangan khawatir, travelers bisa bertanya kepada warga setempat. Sifat ramah dan suka tersenyum membuat kita serasa seperti di desa sendiri.

Sesampai di Dusun Sanggar Desa Jarak, perjuangan baru akan dimulai. Pasalnya, motor kita harus dititipkan di rumah warga, karena akses jalan tidak memungkinkan jika dilewati tidak hanya jalan tanah ala pegunungan yang lengket dan licin, namun lebar jalan sangat sempit pun menjadi kendala kami. Hanya motor trail dan orang yang memiliki keahlian khusus yang dapat melintasi dengan motornya.

Jalan setapak yang harus dilewati. (aditya)
Jalan setapak yang harus dilewati. (aditya)

Akhirnya kami pun menitipkan kendaraan kami di salah satu rumah warga, yang memang biasanya juga banyak wisatawan yang menitipkan kendaraan mereka disana. Pemilik rumah juga menjamin keamanan kendaraan kami disana.

Perjalanan pun kami mulai. Awal perjalanan kami langsung disuguhi dengan jalan setapak yang licin dan berbatu, dengan kondisi jalan yang menanjak. Maka sangat perlu kehati-hatian untuk berjalan melewatinya. Namun dengan udara yang dingin dan banyak pepohonan yang rindang, perjalan kami yang hampir menempuh kurang lebih satu jam tidak begitu terasa.

Setelah lama berjalan, gemerujuk suara air terjunnya pun sudah mulai terdengar. Itu berarti perjlanan kami sudah hampir sampai. Kami pun bergegas untuk menuju Air Terjun yang dibilang sangat indah tersebut.

Memang benar, dari kejauhan pun kami sudah tercengang dengan keindahan alam yang disuguhkan oleh Air Terjun Sanggar itu. Tempatnya yang tenang, sejuk dan nyaman itu mampu menghipnotis kami yang sudah merasa kelelahan. Tetapi waktu berada di lokasi tersebut letih serta lelah langsung hilang seketika. Airnya yang jernih membuat kami ingin menjeburkan badan kami.

Air terjun yang benar-benar masih alami dan belum di buka atau di kelola oleh warga desa ataupun dinas pariwisata setempat. Jadi untuk memsuki tempat wisata ini tidak perlu membayar uang karcis atau gratis. Namun ada hal yang menarik, terdapat kursi-kursi yang terbuat dari bambu yang bisa kita duduki sambil menikmati aliran air.

Yang perlu diperhatikan jika travelers ingin berkunjung kesana adalah pergunakan alas kaki yang mumpuni supaya tidak terpelesat dan juga bekal, karena tidak ada penjual makanan dan minuman di area Air Terjun. Serta minimnya petunjuk arah, travelers juga bisa meminta bantuan warga sekitar untuk mengantarkan, atau meminta arahan rute mana yang akan dilewati.

Berani untuk menikmati pesona yang disuguhkan oleh Air Terjun Sanggar??

Selamat Mencoba…  Tiyas

Check Also

Spot Selfie, Pacu Adrenalin

Reporter : aditya eko MOJOAGUNG, MSP – Potensi tempat wisata di Kabupaten Jombang memang tidak …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!