Breaking News
Foto : Kegiatan mulok keagamaan. (rahmat)
Foto : Kegiatan mulok keagamaan. (rahmat)

Poles Mulok Keagamaan Kuatkan Karakter

Reporter : rahmat sularso nh.

JOMBANG – Setahun Muatan Lokal (Mulok) keagamaan diterapkan di Kota Satri. Tiada lain harapannya ingin memanen karakter peserta didik yang solid dan kental akan kemanfaatan guna bekal di masa mendatang. Oleh karena itu, materi keagamaan dianggap tepat untuk mengisi krisis karakter dalam generasi muda (baca: peserta didik).

Menurut keterangan W. Gulo, karakter adalah kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran dan biasanya mempunyai kaitan dengan  sifat-sifat yang relatif tetap. Dengan kata lain, katakter yang ingin dibangun menjurus kepada nilai-nilai kebaikan.

SMP Negeri 6 Jombang sejak mengawali mulok keagamaan telah membangun komitemen untuk melahirkan out put yang memiliki kecapakan karakter secara matang. Upaya merealisasikan di mulai dari menyusun kurikulum, mendatangkan tenaga ahli, mengkontrol perkembangan mulok keagamaan, dan mengantisipasi kemungkinan adanya peserta didik yang kesulitan mengikuti metode yang diterapkan.

Diungkapkan Kepala SMA Negeri 6 Jombang, Suprayitno, S.Pd. bahwa implementasi mulok keagamaan sudah di awali sejak peserta didik datang ke sekolah. Guru bersiap menjemput di pintu gerbang dengan senyum, sapa, dan salam. Berikutnya mereka (peserta didik, red) menuju ke kelas mengaji berdasarkan kualifikasi kemampuan masing-masing dengan alokasi lima hari sekolah pada jam keenol.

“Pemetaan kemampuan 230 peserta didik dalam membaca Al Quran atau mengaji dilakukaan sewaktu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sehingga bisa disesuaikan metode pembelajarannya memasuki tahun pelajaran baru,” terang Suprayitno.

Ditambahkan, bila pengajar pun sengaja mendatangkan tenaga ahli dibidangnya yakni dari Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) di sekitar sekolah. Demikian ada pula yang berasal dari sejumlah Pondok Pesantren di Jombang.

Berikutnya pasca selesai pelaksanaan mulok keagamaan, para pengajar mengevaluasi perkembangan peserta didik. Diantaranya mengenai kendala yang dihadapi saat mendampingi dan kemungkinan mencapai target kemampuan setiap peserta didik. Begitu juga secara tertulis ada laporan perkembangan peserta didik sehingga dapat disampaikan ke orang tua.

Suprayitno menambahkan, “Keberhasilan peserta didik dalam mulok keagamaan tidak bisa dilepaskan dari kedisiplinan. Paling sederhana ialah dengan hadir ke sekolah sesuai waktu yang telah ditentukan.”

Ketegasan itu ditunjukan oleh Suprayitno ketika peserta didik sudah sering melanggar dan tiada dapat lagi di tolerir, maka sanksi paling berat seperti dikeluarkan dari sekolah bisa saja diberikan. Namun hal itu bukan berarti lepas tangan begitu saja, melainkan sudah menjalin komunikasi bersama orang tua atau wali, tetapi perubahan enggan segera dilakukan. Angan Supriyatno adalah menghapus stigma negatif terhadap sekolah yang dipimpinnya.

Metode dan Pendekatan Personal

Metode pembelajaran mulok keagamaan yang diajarkan tidak jauh berbeda dengan beberapa metode belajar Al Quran yang sudah diajarkan di TPQ atau surau setempat yakni Iqro’ Klasikal. Peserta didik membaca, menirukan, selanjutnya dibaca satu per satu. Ternyata dengan mengunakan metode tersebut tingkat keberhasilan lebih tinggi.

Kendala utama selama proses pembelajaran hanyalah kehadiran peserta didik yang sering masih terlambat. Kondisi itu jelas menghambat pemerolehan informasi dibanding dengan teman sebaya lainnya. Walaupun begitu, mereka peserta didik tetap mengikuti pembelajaran serta menyesuaikan.

“Selain memberikan pembelajar Baca Tulis Al Quran (BTA), pengajar juga harus melakukan pendekatan personal guna memotivasi peserta didik. Kebanyakan mengawalinya timbul rasa kurang percaya diri,” ungkap salah seorang pengajar, Ustadz Bustomi.

Perlu diketahui, di SMP Negeri 6 Jombang kegiatan keagamaan di SMP Negeri 6 Jombang bukan hanya mengaji. Tedapat shalat duha, istiqosah, dan berdoa setiap mengawali kegiatan. Sedangkan bagi peserta didik yang beragama non muslim turut diberikan perhatian lebih. Selain mendatangkan pemuka agamanya langsung, mendorong mendalami ajaran agama yang diyakininya tersebut. Tiyas

Check Also

Foto : Ketua MKKS, Karyono, S.Pd, M.Si. (fakhruddin)

Perpres PPK Redam 5 Hari Sekolah

Reporter : fakhruddin TEMBELANG, MSP – Menengok beberapa bulan lalu, dunia pendidikan dikejutkan oleh keputusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!