Foto : Suhariyanto mengejawantahkan permasalahan administrasi PTK/PTS. (rahmat/MSP)
Foto : Suhariyanto mengejawantahkan permasalahan administrasi PTK/PTS. (rahmat/MSP)

Seminar Hasil PTK di SMPN 1 Megaluh

Reporter : rahmat sularso nh.

MEGALUH – Tahun pelajaran 2017/2018 baru saja di arungi, tentu banyak diisi dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah atau orientasi. Demian para guru, lebih serius melakukan persiapan pembelajaran di kelas. Baik menentukan metode pembelajaran yang tepat hingga menyusun media pembelajaran yang termutahir dan atraktif.

Suasana itu berbeda tatkala meyaksikan di ruang laboratorium SMP Negeri 1 Megaluh, Kamis (27/8). Sejumlah guru dan kepala sekolah SMP Negeri di Kabupaten Jombang memasang wajah serius. Secara seksama memperhatikan tiap pemaparan serta penjelasan Penilai Angka Kredit (PAK) Provinsi Jawa Timur.

Ternyata sedang ada seminar pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan guru dan kepala sekolah. Menampilkan Kepala SMP Negeri 1 Mojowarno, Kurniadi, M.Pd, Guru SMP Negeri 1 Megaluh, Wahib, M.MPd. serta Guru SMP Negeri 2 Megaluh, Suhartatik.

Diakui oleh Kurniadi, bahwa melakukan seminar ini merupakan sebuah impian yang sudah lama terpendam. Entah karena kesibukan ataupun tanggungjawab lainnya akhirnya tertunda sekian lama. Oleh karena itu, kalau ada kesempatan langsung dikoordinasikan dan kebetulan seluruh peneliti bisa.

“Meskipun masih terdapat banyak kesalahan, kami relatif puas atas evaluasi serta masukkan yang diberikan. Bila tidak seminar pasti sukar menemukan kesalahan penelitian tindakkan kami,” terang Kurniadi, ditemui usai menyampaikan paparannya.

Berkelindan dengan acara itu, Kepala SMP Negeri 1 Megaluh, Heri Sukamto, S.Pd. sekaligus sebagai tuan rumah menyambut baik. Setidaknya bakal menjadi motivasi bagi guru di sekolah yang baru dipimpinnya ini untuk melakukan hal serupa.

Diakui mantan guru di Kecamatan Plandaan ini, memang bukan perkara mudah dalam menulis penelitian tindakkan. Selain harus meluangkan waktu menggali data didalam kelas, guru juga patut memenegemen kesibukkannya dengan peripurna. Namun begitu paling utama semangat beserta motivasinya sudah terpantik terlebih dahulu.

Pengawas PAK, Drs. Suhariyanto, M.Si turut hadir sebagai reviwer menyebut persoalan yang dihadapi guru hampir sama di saban sekolah. Paling mendasar adalah persolan esensi penelitian tindakkan tersebut. Berlimpah ketidakpahaman atas runtutan menyusun penelitian tindakan, terlalu banyak sumber referensi yang digunakan tetapi tidak ada relefasi dengan penjabbaran hasil penelitian tindakkan seraya pelbagai hal teknis penulisan.

Suhariyanto menjelaskan, “Sewajarnya guru lebih produktif menghasilkan karya ilmiah. Diantarnya berupa penelitian hasil tindakkan. Selain objek penelitian tindakkan selalu dihadapi, tuntutan sekarang sudah mengharuskan guru melahirkan karya ilmiah.”

Ada sekitar 800.000 guru yang stagnan di IVA karena tidak bisa membuat karya tulis ilmiah. Di SD, sebanyak 30,4 persen guru terhenti di golongan IVA. Di SMP, guru golongan IVA sebanyak 28,3 persen. Hanya sedikit yang bisa ke golongan IVB ke atas, bahkan tidak ada guru SD dan SMP yang bisa ke IVE (sumber: kompas.com). Tiyas

Check Also

Foto : Semangat Perwakilan Jombang untuk FLS2N SMP Provinsi 2017. (chicilia)

Jombang Siap FLS2N Nasional 2017

Reporter : chicilia risca JOMBANG, MSP – Mewakili Kabupaten Jombang dibidang Festival Lomba Seni Siswa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!