Breaking News
Foto : Pemberangkatan Peserta Didik ke Malaysia. (ist)
Foto : Pemberangkatan Peserta Didik ke Malaysia. (ist)

Sertifikat Profesi Tunjukan Kualitas

Reporter : chicilia risca

JOMBANG – Kerjasama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) merupakan strategi pembelajaran dan bisnis yang dapat memberikan keuntungan kedua belah pihak. Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan bagian dari program pembelajaran yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta didik di dunia kerja, sebagai wujud nyata dari pelaksanaan sistem pendidikan di SMK yaitu Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Bertujuan menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Jombang, Drs. H. Supriyadi,M. Kes menegaskan, “SMK sejak tahun 1996 sudah menerapkan dua sistem pembelajaran, dan sejak itu mulai bekerjasama dengan perusahaan untuk dunia industri.”

Pihak sekolah wajib melakukan kerjasama dengan dunia usaha dan industri. Peserta didik kelas XI terdapat jadwal praktik lapangan (magang) di suatu perusahaan dengan kriteria periode yang bervariasi. Mulai dari tiga bulan sampai satu tahun, sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan tersebut. Semakin lama masa periode magang, akan semakin siap untuk terjun di dunia kerja. Serta terdapat keistimewaan ketika sudah lulus, akan diminta menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas bagi perusahaan.

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Drs. Fatkhurrohman, M.M.Pd. mengungkapkan, “Pada praktiknya di lapangan tentu terbatas pada periode saat peserta didik SMK kelas XI magang, dimampukan agar lebih membekali diri sesuai kemampuan serta kelebihan dari setiap pilihan jurusan yang ditekuni.”

Persaingan dan tantangan dalam dunia kerja dan usaha bagi peserta didik kejuruan sangat tinggi, terlebih memilih untuk tidak bekerja di perusahaan ataupun kuliah, tetapi membuka usaha mandiri. Berkaitan erat dengan tingkat egois secara mayoritas dari lulusan SMK yang terlalu memilih dalam bekerja. Hal tersebut erat keterlibatan dalam kesiapan individu. Pemerintah pusat menekankan pendidikan SMK fokus menekuni pembekalan mengenai keterampilan untuk jenjang dunia kerja dan usaha.

“Meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi peserta didik melalui uji sertifikasi profesi, sehingga perusahaan yakin terhadap SDM lulusan SMK mempunyai kemampuan yang berkualitas,” papar Supriyadi.

Banyak dari lulusan SMK bahkan sarjana yang menganggaur karena terlalu memilih dalam dunia usaha dan industri. Terdapat rasa egois yang masih tinggi sehingga memberikan batas ruang yang terpaku terhadap satu hal. Melihat dari kacamata kebutuhan akan dunia usaha dan industri pada perusahaan, lebih diprioritaskan lulusan yang memiliki kelebihan dalam profesinya. Seperti memiliki sertifikat profesi dengan telah diujikan oleh tim profesional yang berkompeten di bidangnya. Menjadi nilai penawaran tinggi pada ketentuan kerja disuatu perusahaan.

Dalam menyiapkan alumni, khususnya SMK Negeri 1 Jombang memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja. Selain hal tersebut juga menjalin kerjasama dengan DUDI untuk meningkatkan keterampilan peserta didik. kemudian terdapat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yakni tempat uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang dilakukan mulai dari 2011.

“Setelah lulus secara mayoritas calon pekerja (alumni) ingin bekerja di lokasi domisili, karena beberapa syarat dari keluarga yang melarang merantau jauh dari kota asal, tetapi kembali pada kebutuhan dunia kerja dan industri,” tandas laki-laki yang sudah menjabat tujuh tahun di SMK Negeri 1 Jombang.

Namun pada pelaksanaanya terkendala oleh anggaran dari setiap peserta didik untuk pembiayaan dalam uji kompetensi profesi di lembaga pendidikan (sekolah). Uji sertifikasi profesi ini merupakan saran di luar bantuan dari pemerintah atau BOS. Berkisar Rp. 700 hingga Rp. 1 juta untuk satu peserta didik yang ingin mengikuti uji kompetensi profesi. Sehingga setiap SMK di Indonesia tidak mewajibkan peserta didiknya mengikuti uji kelayakan profesi.

Sehingga dalam mengatasi permasalahannya, selama tiga tahun SMK Negeri 1 Jombang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata ditambah melaksanakan uji sertifikasi profesi secara gratis untuk jurusan perhotelan. Dipermudah dengan berdirinya lembaga sertifikasi profesi yang dibiayai oleh sekolah, sehingga peserta yang akan mengikuti uji kompetensi profesi hanya perlu membayar sebesar 20 persen dari bimbingan uji kompetensi di luar. Dalam hitungan hanya membayar Rp. 250 untuk biaya penguji serta sisanya ditanggung oleh sekolah.

Terdapat beberapa solusi, jika alumni berkeinginan mengikuti uji kompetensi profesi secara profesional akan tetap dilayani sebagai alumni di sekolah terkait. Tentu dengan harapan akan meratanya kepemilikan atas sertifikasi profesi pada setiap lulusan SMK. Tiyas

Check Also

Foto : Ketua MKKS, Karyono, S.Pd, M.Si. (fakhruddin)

Perpres PPK Redam 5 Hari Sekolah

Reporter : fakhruddin TEMBELANG, MSP – Menengok beberapa bulan lalu, dunia pendidikan dikejutkan oleh keputusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!