Breaking News
Foto : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Drs. Fatkhurrohman, M.M.Pd. (Chicilia)
Foto : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Drs. Fatkhurrohman, M.M.Pd. (Chicilia)

SMK, Cetak Tenaga Ahli Bermental Kuat

Reporter : fakhruddin

JOMBANG, MSP – Kebutuhan dunia kerja terhadap tenaga ahli sangat tinggi. Alasan tersebut menjadi pertimbangan kuat bagi orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Harapan tinggi selalu disematkan orang tua, supaya peserta didik lulus membawa bekal keahlian siap kerja. Akan tetapi kejadian di lapangan berbanding terbalik dengan hal tersebut, banyak lulusan SMK bekerja ataupun kuliah tidak sesuai jurusan mereka.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Drs. Fatkhurrohman, M.MPd mengatakan, “Memang anggapan itu beralasan, tetapi perihal dunia kerja tetap kembali kepada individu masing-masing serta minat kerja peserta didik.”

Berbagai jurusan tersedia di sekolah bisa dipilih sebagai bekal peserta didik menuju dunia kerja. Hanya saja setelah lulus, tidak semua lulusan SMK bisa bekerja ataupun melanjutkan kuliah sesuai jurusannya. Semua bergantung bakat minat masing-masing. Bukan berarti semua peserta didik yang mengenyam pendidikan di SMK bukan tenaga ahli, tetapi peserta didik harus jeli melihat peluang kerja pada daerah tersebut.

Salah satu program sekolah untuk mencetak tenaga ahli adalah pengenalan dunia industri atau Praktik Kerja Lapangan (PKL), umumnya dilakukan pada kelas XI. Pada program tersebut peserta didik dikenalkan pada profesi sesuai jurusan masing-masing. Sekolah akan menjalin kerjasama dengan pemilik industri, agar sekolah bisa mencetak lulusan ahli untuk langsung dipekerjakan di tempat industri tersebut.

“Tidak hanya program itu saja, pemerintah memberikan perhatian khusus pada SMK. Pemerintah memerintahkan pihak sekolah untuk membentuk sebuah tim kecil guna menyaring lulusan terbaik, supaya bisa mendapat pekerjaan yang layak ataupun mencarikan beasiswa bagi peserta didik,” tambah Fatkhurrohman.

Menjadi tenaga ahli memang dambaan semua peserta didik. Namun untuk menjadi seorang tenaga ahli peserta didik memerlukan sebuah sertifikat khusus dari para tenaga profesional masing-masing bidang. Ada beberapa sekolah menyediakan sertifikasi secara gratis dan ada pula yang memerlukan biaya tambahan. Bergantung pada sekolah dan pihak ketiga penyelenggaranya.

Biaya untuk satu sertifikat tersebut berfariasi dan jumlahnya pun tidak sedikit. Adanya faktor tersebut menjadi penghalang bagi sebagian peserta didik. Sebab tidak semua orang tua peserta didik mampu membayar biaya sertifikasi tersebut. Hingga saat ini, belum ada seratus persen lulusan SMK bisa mengikuti sertifikasi profesi karena masalah tersebut.

Sebenarnya tenaga ahli saja tidak cukup, terpenting adalah mental kuat dari peserta didik. Sebab mental kerja dari peserta didik salah satu hal penting guna menghadapi seseorang profesional. Banyak lulusan SMK tidak mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri, karena mental mereka tidak siap menghadapi nama besar negara lain. Ditambah beberapa tahun belakang, tenaga kerja luar negeri banyak berhamburan di negeri ini.

“Semakin tahun pemerintah bersama sekolah akan terus meningkatkan kualitas lulusan SMK, agar mampu mencetak lulusan terbaik dan siap dalam segala hal,” harap pria berkacamata tersebut. Tiyas

Check Also

Foto : Ketua MKKS, Karyono, S.Pd, M.Si. (fakhruddin)

Perpres PPK Redam 5 Hari Sekolah

Reporter : fakhruddin TEMBELANG, MSP – Menengok beberapa bulan lalu, dunia pendidikan dikejutkan oleh keputusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!