Fakhrudin Ash dan Papang for MSP.
Fakhrudin Ash dan Papang for MSP.

Swafoto di Bekas Radar Udara

Reporter : fakhrudin/rahmat

Travelnista,

Kalau sempat menjastifikasi bahwa Jombang minim potensi wisata, agaknya harus lekas dihapus anggapan tersebut. Era modern  nan penuh kreativitas, tempat wisata sudah bukan lagi yang konvensional. Sengaja dibangun untuk memanjakan wisatawan seperti hanya di Tirta Wisata, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kebon Ratu maupun anugrah alam yang luar biasa baik berupa air terjun, hutan serta laguna.

Di Kecamatan Kabuh contohnya, terdapat bangunan tua bekas radar udara yang kini sudah tidak terpakai tepatnya berada di Desa Manduro. Ternyata mampu dinikmati sebagai salah satu destinasi wisata yang patut di kunjungi.

Sedikit mengulik tentang desa di wilayah Utara Jombang ini ternyata cukup menarik, antara lain sebagian besar warga merupakan pengguna Bahasa Madura dan terdapat kesenian khas Jombang yang hampir punah Topeng Sandur Manduro.

Nah, travelnista selain bisa swafoto atau lebih populer selfie di seputaran lokasi radar udara yang dikelola oleh Satuan Radar (Satrad) 222 Kabuh, setali tiga uang dapat belajar khasanah kebahasaan Madura. Termasuk menggali lebih dalam tentang Topeng Sandur Manduro kepada pemangkunya langsung.

Perlu dikatahui bahwa radar udara tersebut merupakan salah satu unsur pertahanan udara penting bagi Indonesia. Fungsinya adalah menjalin kesiapan oprasional radal dan komunikasi Lektronika. Selain itu juga melaksanakan tugas khusus sesuai kebijakan dari Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara.

Seiring perkembangan zaman tahun 2008/2009 mengalami pembaharuan serta pemindahan tempat. Semula hasil pemantauan radar berbentuk video kini sudah beralih ke model digital. Dengan kata lain, dapat diproses menjadi Syntetic yaitu mode penampilan data secara dua dimensi baik range atau bearing.

Bangunan setinggi sekitar 10 meter ini masih tampak kokoh walau sudah cukup lama tidak terpakai. Sejumlah piranti didalamnya pun sudah tiada tampak lagi, hanya menyisahkan di puncaknya saja menyerupai alat pendeteksi pada umumumnya.

Sedikit saran untuk travelnista bila berkunjung kesana sebaiknya pagi atau sore. Seperti diketahui bahwa Kecamatan Kabuh merupakan salah satu wilayah tandus di Kota Santri. Ditambah cuaca sedang pancaroba jadi terik matahari sangat terasa di ubun-ubun bila datang siang hari. Untungnya kalau datang pagi atau sore adalah mendapatkan bonurs suasna yang indah, sangat mendukung memperoleh hasi foto elok.

Menuju ke lokasi pun tidaklah sulit. Asal sudah sampai di wilayah Kecamatan Kabuh, travelnista bisa menanyakan kepada warga setempat. Hampir sebagian besar dimana lokasi radar udara ini dan cukup melewati kawasan pemukiman warga sehingga tidak perlu lapor ke pos keamanan Satrad 222 Kabuh.

Bagaimana tertarik mengunjungi ikon Kecamatan Kabuh? Silakan menemukan sensasinya sendiri dan menambah koleksi foto anda.

Selamat jalan-jalan! ■

Check Also

Lokasi Air Terjun Sanggar. (aditya)

Perjalanan Panjang Menuju Air Terjun Sanggar

Reporter : aditya eko WONOSALAM, MSP – Halo travelers… jumpa lagi bersama kami di edisi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!