Breaking News
Foto : Perahu tambangan menjadi pilihan pengendara mobil truk sebagai jalan alternatif. (dok.msp)
Foto : Perahu tambangan menjadi pilihan pengendara mobil truk sebagai jalan alternatif. (dok.msp)

Untung Melimpah Perahu Tambang

Reporter : aditya eko

MEGALUH, MSP – Jembatan Sungai Brantas penghubung Jombang – Tuban atau Jalur Pantura di Kecamatan Ploso sudah mulai ditutup total sejak beberapa waktu lalu. Menyusul dimulainya pekerjaan perbaikan dan perawatan jembatan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, diperkirakan akan usai pada awal Desember mendatang.

Penutupan jembatan secara total diberlakukan mulai pukul 20.00 hingga 04.00 WIB, sedangkan pukul 04.00 sampai 20.00 WIB diberlakukan sistem buka tutup. Selama ditutup, para pengguna jalan yang sedianya melintas di jalur tersebut dialihkan melalui jalur alternatif yakni melalui jalan tol Kertosono – Mojokerto dan Kecamatan Lengkong, Nganjuk serta Kecamatan Gedek, Mojokerto.

Menyusul diperbaikinya jembatan tersebut, membuat pengendara banyak beralih ke perahu tambang. Meski dirasa keamanannya kurang terjamin, moda transportasi tradisional ini dianggap lebih cepat jika dibandingkan melalui jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh.

Salah satunya adalah jasa perahu tambang di Kecamatan Megaluh. Dengan menggunakan jasa perahu yang membelah Sungai Brantas, pengendara tidak perlu melalui Jembatan Ploso maupun jalur alternatif yang memutar ke Kertosono atau ke Mojokerto. Tak ayal moda transportasi ini banyak diminati pengendara, mulai dari truk, mobil pribadi hingga sepeda motor.

“Ya mau tidak mau saya harus menggunakan perahu tambang ini, karena truk tidak boleh lewat. Dari pada harus memutar melalui Mojokerto atau Kertosono akan memakan waktu yang lebih lama,” kata sopir truk asal Kecamatan Lamongan, Ruman.

Selain memakan waktu tambahan sekitar satu jam lebih, tambah Ruman, pembengkakan biaya juga akan bertambah lebih kurang Rp 150 ribu. Sedangkan jika menggunakan perahu tambang hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan biaya Rp 25 ribu.

“Tetapi pulangnya ya harus tetap menggunakan jalan alternatif, karena truk kami ada muatan berasnya dan tidak boleh naik ke perahu,” lanjut laki-laki 32 tahun itu.

Disisi lain, apa yang dikeluhkan Ruman justru menjadi berkah bagi Sugito, salah satu pengelola perahu tambang di Desa/Kecamatan Megaluh. Sejak Jembatan Ploso ditutup, omzet bisnis transportasi air miliknya bertambah dari rata-rata Rp 800 ribu perhari menjadi Rp 1.400.000 perhari.

Dalam sekali penyeberangan, perahu tambang ini mampu mengangkut sekitar 25 sampai 30 sepeda motor dan beberapa minibus dan truk. Mobil penumpang dikenakan biaya Rp 10 ribu, sepeda motor Rp 2 ribu dan Rp 25 ribu untuk truk tanpa muatan.

Sugito menerangkan, “Biasanya tidak ada truk naik perahu getek kami, biasanya ya hanya sepeda motor dan minibus saja, itu pun jarang. Sejak ada penutupan jembatan, jadi banyak truk naik perahu. Pendapatan kami sehari naik sekitar 75 persen pasca ini.”

Untuk menjaga keamanan dan keselamatan para penumpang, pihak operator perahu tambangan juga menyediakan sejumlah alat keselamatan seperti ban dalam mobil sebagai pelampung, dan perahu pun sudah memenuhi standar sebagai perahu penyeberangan. Namun untuk menjaga keselamatan, operator perahu tidak memperbolehkan kendaraan truk yang bermuatan berat menggunakan jasa perahu ini.

Senada dengan Sugito, pemilik salah satu perahu tambang di Dusun Mireng, Desa Sumberagung, Megaluh juga mengaku mendapat peningkatan pendapatan terhadap usahanya tersebut. Meski tidak sebesar Sugito, namun perahu tambangnya yang hanya untuk mengangkut kedaraan roda dua saja juga mendapat lonjakan penumpang khususnya pada malam hari.

Alhamdulillah kalau malam biasanya banyak penumpang, sampai kapasitas perahunya penuh semenjak jembatan diperbaiki. Pendapatannya pun juga lumayan,” tambah laki-laki tua tersebut.  Tiyas

Check Also

Foto : Joice Adelien Manoppo menyerahkan buku tabungan anggota Bank Sampah Jombang. (rahmat)

Desainer Baju Anorganik

Reporter : chicilia risca JOMBANG, MSP – Kecintaan terhadap membaca, memberikan ruang kesempatan bagi seorang …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!