Breaking News
Foto : Kegiatan HSN 2016. (rahmat)
Foto : Kegiatan HSN 2016. (rahmat)

Wadah Unjuk Gigi Bagi Santri

Reporter : fakhruddin

JOMBANG, MSP – Ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasioanal (HSN) bukannya tanpa alasan. Beberapa tahun silam semasa resolusi jihad KH. Hasyim Asy’ari, negeri ini masih dalam masa penjajahan. Para santri dan kiai berjuang bersama-sama untuk memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Yang mana Presiden Joko Widodo pernah berpendapat HSN jatuh pada tanggal 1 Muharram. Tetapi memang sejarah membuktikan, bahwa tepat tanggal 22 Oktober lah peristiwa perjuangan merebut kedaulatan negara itu terjadi.

Kabupaten Jombang yang mempunyai julukan sebagai Kota Santri pun menyambut gembira peringaran HSN ke-2, tahun ini. Beragam kegiatan akan diselenggarakan guna mewarnai hari bersejarah bagi para santri di seluruh pelosok Nusantara.

Ketua panitia penyelenggara HSN 2017, Din Sholahuddin memaparkan, “Beragam kegiatan akan kami selenggarakan guna menyambut hari bersejarah ini. Sejak 15 September rangkaian kegiatan sudah terlaksana, semua kegiatan pasti tetap mengacu dalam konten Islami.”

Mengangkat tema ‘Santri Mandiri NKRI Hebat’ beserta memanfaatkan kemajuan dalam bidang teknologi, panitia menyelenggarakan perlombaan dengan memanfaatkan teknologi tetapi masih dalam konten agama. Seperti lomba Essay bertema kebangsaan, festival film pendek bertema kebangsaan dan keagamaan, Banjari se Jombang pun akan dilaksanakan dengan menggandeng seluruh elemen terkait.

Selain untuk mengenang kembali semangat juang dari santri-santri dan para kiai yang telah mendahului kita, terselenggaranya acara tahunan ini pun bisa menjadi ajang untuk menunjukkan keunggulan potensi santri yang tidak hanya cakap dalam hal keagamaan saja. Kemajuan teknologi pun dapat diikuti dan mampu mengembangkan konten Islami serta kebangsaan dalam satu kemasan dengan memanfaatkan teknologi.

“Adanya apresiasi dalam bentuk sejumlah uang disiapkan panitia penyelenggara untuk diberikan kepada pemenang kegiatan yang terbagi dalam beberapa kategori tadi,” ujar pria yang kerap disapa Gus Din itu.

Pendanaan operasioanal selama peringatan HSN dan hadiah-hadiah bagi peserta diambilkan dari hasil penjualan marchendise. Antusaias para santri untuk berpartisi juga sangat tinggi, terlihat dari sejumlah barang yang sudah terjual. Panitia menyediakan beberapa pilihan, seperti kaos, mug, tumblr dan bolpoin sebagai pilihan. Namun, buah tangan favorit paling laris terjual adalah kaos, dimana sejumlah santri pondok pesantren memborong bahkan hingga memesan kaos untuk beberapa rekan seperjuangannya.

“Setiap tahunnya peserta didik yang datang ke Jombang untuk menimba ilmu keagamaan di pesantren terus mengalami peningkatan. Hal tersebut membuktikan bahwa, santri di pondok pesantren tidak bisa dipandang sebelah mata oleh sekolah umum lainnya. Di pesantren pun pengetahuan akan perkembangan zaman terus diperbaharui dan disesuaikan dengan kebutuhan belajar bagi santri,” tutup pria berkacamata dan berpeci Nusantara itu. Tiyas

Check Also

Foto : Ketua MKKS, Karyono, S.Pd, M.Si. (fakhruddin)

Perpres PPK Redam 5 Hari Sekolah

Reporter : fakhruddin TEMBELANG, MSP – Menengok beberapa bulan lalu, dunia pendidikan dikejutkan oleh keputusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!