dr. Ita Supranata
dr. Ita Supranata

Waspada…! Bahaya Kerja Berlebihan

Oleh : dr. Ita Supranata*)

JOMBANG, MSP – Sesuatu yang dilakukan secara berlebihan tidak baik pada akhirnya, termasuk juga dalam hal bekerja. Beberapa dari kita mungkin masih ingat tentang kasus dokter Stefanus Taofik yang dikabarkan meninggal saat bertugas jaga pada Hari Raya Idul Fitri akhir bulan Juni lalu. Dari beberapa berita yang berkembang, dokter Stefanus Taofik meninggal karena heart attack (serangan jantung) akibat overwork (bekerja berlebihan).

Secara sederhana, overwork yang dimiliki oleh para orang-orang yang ketagihan bekerja (workaholic) adalah jatah atau waktu yang dilakukan untuk bekerja lebih banyak dibanding waktu istirahat dan makan. Padahal idealnya porsi antara bekerja, istirahat, dan makan haruslah seimbang. Jika terjadi ketidakseimbangan maka akan terjadi masalah yang berdampak pada tubuh.

Ketika seseorang bekerja, tubuh pasti akan mengalami stress. Entah dipicu oleh target kerja, batas akhir atau deadline pekerjaan, atau tekanan perkerjaan yang lain. Yang perlu diingat, stress yang muncul akibat tekanan pekerjaan bukanlah gangguan jiwa yang pada masyarakat sering disalah artikan sebagai gila. Stress dalam konteks ini adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi, maupun mental yang dapat memengaruhi kinerja keseharian seseorang.

Saat stress tubuh akan mengeluarkan hormon yang jika jumlahnya berlebihan dapat merusak organ tubuh yang lain. Hormon tersebut adalah hormon adrenalin yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal (kelenjar anak ginjal) lebih tepatnya pada bagian medula adrenal (bagian dalam). Jika disekresikan dalam jumlah yang tepat, hormon adrenalin akan memberikan dampak positif yakni dapat membuat seseorang untuk terpacu dan lebih berkonsentrasi. Namun jika diproduksi berlebihan terlebih dipicu oleh stress yang berkepanjangan akan terjadi kondisi kelelahan bahkan dapat menimbulkan depresi.

Selain itu, kelebihan hormon adrenalin yang diakibatkan oleh stress dapat memicu timbulnya berbagai penyakit akibat dari darah yang terpompa lebih cepat sehingga mengganggu fungsi metabolisme dan proses oksidasi di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan kelenjar adrenal selain untuk menghasilkan hormon adrenalin juga berfungsi untuk memacu aktivitas jantung dan menyempitkan pembuluh darah kulit dan kelenjar mukosa sehingga tekanan darah meningkat serta mempercepat metabolisme pemecahan glikogen (glikogenolisis) dalam hati sehingga menaikkan kadar gula darah. Sehingga penyakit yang umum timbul adalah seperti hipertensi, gula, asam urat, dan kolesterol.

Diperlukan peran dari orang-orang di sekitar untuk mengingatkan para workaholic untuk dapat menyeimbangkan antara urusan bekerja dan kebutuhan makan serta utamanya istirahat. Karena dengan istirahat yang cukup, pemulihan kondisi tubuh juga akan dapat berjalan dengan baik.

Saling mengingatkan antar rekan kerja dan berbagi tugas jika tugas tersebut memang dapat didelegasikan dapat dilaksanakan untuk menghindari kelelahan atau stress akibat kelebihan kerja. Selain peran dari orang lain, kesadaran dari dalam diri sendiri juga diperlukan untuk menghindari kelelahan atau stress akibat kelebihan kerja. Sesuaikan target dengan kemampuan diri, jangan memberikan target di luar kemampuan. Disamping itu, kejelian dalam mengatur waktu juga sangat diperlukan. Sehingga porsi antara bekerja, makan, dan istirahat mendapat jatah yang seimbang.  fitrotul aini.

*) Dokter Umum Klinik Santa Maria Jombang. Juga membuka praktik dokter di kediamannya di Jl. Prof. Buya Hamka 11 Jombang (depan SMPK Petra Jombang)

Check Also

Foto Ilustrasi : .net

Menangkal Penggerogotan Pancasila

Rahmat Sularso Nh. *) Sunyinya gaung Pancasila sudah menjadi hal klasik. Terlebih lagi bila dibandingkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!